Pixel Code jatimnow.com

Poros Muda NU Dorong Cak Imin Maju Bursa Ketum PBNU

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Poros Muda NU terang-terangan mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bertarung dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. (Foto/Dokumentasi Poros Muda NU)
Poros Muda NU terang-terangan mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bertarung dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. (Foto/Dokumentasi Poros Muda NU)

jatimnow.com - Peta persaingan menuju kursi pucuk pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bergolak. Koordinator Nasional Poros Muda NU terang-terangan mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bertarung dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35.

Langkah politik organisasi kepemudaan berbasis nahdliyin ini menyusul rapot merah yang mereka berikan terhadap kinerja PBNU periode 2021–2026.

Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, menggarisbawahi lemahnya konsolidasi internal serta lambatnya eksekusi program strategis PBNU dalam merespons dinamika sosial dan keagamaan.

Dukungan tersebut klop dengan sikap kritis yang belakangan dilemparkan Muhaimin. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu sempat menyoroti minimnya terobosan signifikan di tubuh PBNU selama lima tahun terakhir, sembari menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang lebih segar.

Baca juga:
Cara PKB Berdayakan Perempuan Jatim di IWF 2024

"NU butuh pemimpin baru yang mampu membawa perubahan nyata dan menjawab tantangan zaman," ujar Cak Imin pertengahan Juli lalu.

Meski gelombang dukungan menguat, kepastian politisi senior itu untuk resmi melenggang ke arena kontestasi masih bergantung pada mekanisme internal organisasi. Tata cara pencalonan tetap wajib tunduk pada aturan main resmi Nahdlatul Ulama.

Baca juga:
Cak Imin Kampanye di Sidoarjo, Wabup Sindir Calon Lain Intimidasi Kepala Desa

Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU telah mengunci jadwal Muktamar ke-35 pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Masuknya nama Cak Imin dipastikan bakal mengubah peta kekuatan sekaligus memanaskan suhu politik di basis massa ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.