jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun akan menerapkan perubahan jadwal perjalanan kereta api mulai 1 Desember 2026 melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.Penerapan Gapeka 2026 tersebut membawa sejumlah penyesuaian jadwal, termasuk pengurangan waktu tempuh beberapa kereta api yang berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun. Bahkan, waktu perjalanan salah satu kereta api dipangkas hingga 92 menit.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemangkasan waktu tempuh paling signifikan terjadi pada KA Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong.
Sebelumnya, KA Kahuripan berangkat dari Stasiun Blitar pukul 17.10 WIB dan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 07.15 WIB. Dengan waktu tempuh 14 jam 5 menit.
Baca juga: Jadwal Kereta Berubah Mulai 1 Desember, KAI Daop 8 Minta Penumpang Cek Tiket
Melalui Gapeka 2026, jadwal keberangkatan KA Kahuripan berubah menjadi pukul 19.40 WIB dan tiba di Stasiun Kiaracondong pukul 08.13 WIB. Waktu tempuhnya menjadi 12 jam 33 menit atau lebih cepat 92 menit dibandingkan jadwal sebelumnya.
Penyesuaian juga berlaku pada KA Singasari relasi Blitar-Pasarsenen. Kereta api yang sebelumnya berangkat dari Stasiun Blitar pukul 16.40 WIB dan tiba di Stasiun Pasarsenen pukul 05.33 WIB, kini dijadwalkan berangkat pukul 16.50 WIB dan tiba pukul 05.28 WIB.
Dengan perubahan tersebut, waktu tempuh KA Singasari berkurang dari 12 jam 53 menit menjadi 12 jam 38 menit atau lebih cepat 15 menit.
Sementara itu, KA Brantas relasi Blitar-Pasarsenen mengalami pemangkasan waktu tempuh selama 9 menit.
Baca juga: Longsor Susulan di Banyuwangi, 3 Kereta Api yang Melintas Daop 7 Madiun Terlambat
Sebelumnya, KA Brantas berangkat dari Stasiun Blitar pukul 12.55 WIB dan tiba di Stasiun Pasarsenen pukul 01.40 WIB dengan waktu tempuh 12 jam 45 menit.
Dalam Gapeka 2026, jadwal keberangkatannya berubah menjadi pukul 13.15 WIB dan tiba di Stasiun Pasarsenen pukul 01.51 WIB. Dengan demikian, waktu tempuhnya menjadi 12 jam 36 menit.
“Berdasarkan perbandingan dengan Gapeka 2025, pengurangan waktu tempuh dan penyesuaian jadwal ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pelanggan melalui perjalanan yang semakin efisien,” jelasnya.
Tohari berharap efisiensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, terutama melalui waktu perjalanan yang lebih singkat dan mobilitas yang semakin efektif.
Baca juga: KAI Daop 7 Cek Jalur Kediri-Tulungagung, Kesiapan Petugas Jadi Sorotan
Menurutnya, pembukaan pemesanan tiket lebih awal juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini. Terlebih, pemberlakuan Gapeka 2026 membawa sejumlah perubahan jadwal dan pola perjalanan kereta api.
Karena itu, KAI mengimbau calon penumpang agar lebih cermat dalam memilih jadwal perjalanan, khususnya untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pembukaan pemesanan tiket ini dengan merencanakan perjalanan lebih awal. Pastikan kembali seluruh informasi perjalanan sebelum melakukan transaksi, khususnya jadwal keberangkatan dan kedatangan yang telah menyesuaikan Gapeka 2026. Informasi terbaru dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi KAI lainnya,” tutupnya.