jatimnow.com - Perkembangan harga kebutuhan bahan pokok masyarakat di tingkat konsumen wilayah Jawa Timur menunjukkan tren yang relatif stabil dengan beberapa catatan pergerakan pada komoditas tertentu. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, sebagian besar harga komoditas utama terpantau stabil, sementara komoditas hortikultura menunjukkan fluktuasi yang bervariasi.
Dalam laporan data konsumen terbaru, komoditas beras di pasaran Jawa Timur tercatat stabil di mana beras kategori premium berada pada kisaran rata-rata Rp15.072 per kilogram, sedangkan beras medium diperdagangkan pada angka Rp13.021 per kilogram. Untuk komoditas gula, harga Gula Kristal Putih terpantau di angka Rp17.612 per kilogram.
Sementara itu, sektor minyak goreng menunjukkan variasi harga berdasarkan jenisnya. Minyak goreng curah rata-rata dipasarkan seharga Rp20.452 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana berada di kisaran Rp18.830 per liter, serta minyak goreng kemasan premium menempati posisi rata-rata Rp22.069 per liter. Di samping itu, Minyakita tercatat stabil di kisaran Rp15.949 per liter.
Pada kelompok bahan pangan sumber protein hewani, harga telur ayam ras berada di angka rata-rata Rp23.460 per kilogram. Adapun daging ayam ras tercatat di kisaran Rp35.093 per kilogram, dan daging sapi paha belakang stabil pada angka Rp135.174 per kilogram.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jawa Timur: Suhu Udara Capai 35 Derajat Celcius
Di sisi lain, pergerakan yang cukup dinamis terlihat pada komoditas bumbu dapur dan hortikultura. Harga cabai rawit merah terpantau berada di kisaran rata-rata Rp54.582 per kilogram, cabai merah keriting tercatat seharga Rp49.009 per kilogram, serta cabai merah besar berada di angka Rp35.383 per kilogram. Untuk komoditas bawang, harga rata-rata bawang merah di pasaran menyentuh Rp27.947 per kilogram dan bawang putih dibanderol pada angka Rp28.201 per kilogram.
Secara umum, stabilitas harga beras dan komoditas pangan utama di wilayah Jawa Timur menandakan bahwa ketersediaan stok serta alur rantai pasok dari distributor hingga pasar tradisional masih berada dalam kondisi yang terkelola dengan baik. Keadaan serupa juga tercermin pada kelompok pangan sumber protein hewani seperti telur dan daging ayam ras, di mana terkendalinya biaya pakan di tingkat peternak turut menjaga keseimbangan harga eceran sehingga mampu menopang daya beli masyarakat.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jawa Timur: Dominasi Cerah Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
Meskipun demikian, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang tetap menunjukkan dinamika pergerakan yang rentan terhadap faktor musiman. Perubahan cuaca ekstrem dan siklus panen di sentra-sentra produksi daerah kerap memengaruhi volume pasokan serta daya tahan produk hortikultura, yang kemudian berdampak langsung pada fluktuasi harga di tingkat pedagang pasaran. Oleh karena itu, pengawasan intensif oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) beserta kelancaran distribusi logistik antardaerah menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas harga pangan secara berkelanjutan.