Pixel Code jatimnow.com

ASENSI dan Kemendag Bawa Merek Lokal Naik Kelas Lewat Lisensi dan Waralaba

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya berbincang dengan pelaku UMKM peserta pameran KRISTAInterFOOD 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya berbincang dengan pelaku UMKM peserta pameran KRISTAInterFOOD 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membawa sejumlah merek lokal binaan ke ajang Krista Interfood 2026 yang dihelat Krista Exhibitions, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada 4–7 November 2026.

Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar melalui sistem lisensi dan waralaba.

Sejumlah merek lokal yang telah melewati proses kurasi ASENSI turut diperkenalkan dalam pameran tersebut. Di antaranya Pisang Goreng Sultan, Egio Wafel, Street Sushi, dan Kebab Yaman.

ASENSI juga membawa merek waralaba lokal Bakmi Naga Resto serta sejumlah merek dan produk berlisensi, seperti Lotus Root & Frozen dan Sadetex. Kehadiran mereka diharapkan membuka akses terhadap calon mitra bisnis, investor, hingga jaringan distribusi yang lebih luas.

Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya mengatakan, pengembangan lisensi dan waralaba menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi merek sekaligus kekayaan intelektual (HKI) Indonesia.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu mengubah orientasi bisnis. Tidak cukup hanya mengejar penjualan produk, mereka juga harus membangun identitas merek, memperkuat sistem usaha, dan menyiapkan peluang ekspansi melalui kemitraan.

"Lisensi dan waralaba bisa menjadi jalan bagi merek lokal untuk berkembang lebih jauh. Karena itu, UMKM perlu membangun merek yang kuat dan sistem bisnis yang siap dikembangkan," ujar Susanty.

Dia berharap keikutsertaan merek binaan ASENSI dalam Krista Interfood 2026 memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar memperkenalkan produk kepada pengunjung.

Baca juga:
Satu Jam Meracik Gelato, Peserta 10 Negara Berebut Tiket ke Italia

Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik merek dengan calon mitra usaha dan investor. Peluang kerja sama distribusi serta perluasan jaringan pemasaran juga menjadi sasaran yang ingin dicapai.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyambut positif kolaborasi dengan ASENSI dalam membuka akses pasar bagi merek-merek lokal.

Menurut Iqbal, penguatan perdagangan dalam negeri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk dan perluasan jaringan bisnis. Pelaku UMKM membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan mereka dengan pasar dan mitra usaha yang lebih besar.

"Lisensi dan waralaba menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha, memperkuat kemitraan, serta mendorong merek lokal berkembang secara profesional dan berkelanjutan," ungkap Iqbal.

Dia menambahkan, Kemendag berkomitmen mendorong merek Indonesia agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca juga:
La Cuisine 2026 Jadi Magnet KRISTAInterFOOD, Diikuti 1.100 Chef

Melalui pengembangan lisensi dan waralaba, UMKM berkesempatan meningkatkan nilai tambah merek, memperluas jaringan usaha, sekaligus menarik investasi dan kemitraan strategis.

"Kami berharap semakin banyak merek Indonesia tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di pasar internasional," katanya.

Sinergi ASENSI dan Kemendag dalam Krista Interfood 2026 diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem bisnis merek lokal.

Dengan dukungan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun global.