Pixel Code jatimnow.com

Juragan Pil Koplo Kota Malang Diringkus di Pasuruan

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Moch Rois
Residivis kasus narkoba dibekuk Polres Pasuruan. (Foto: Polres Pasuruan/jatimnow.com)
Residivis kasus narkoba dibekuk Polres Pasuruan. (Foto: Polres Pasuruan/jatimnow.com)

Pasuruan - Juragan obat keras berbahaya jenis pil logo Y atau pil koplo, diringkus Satresnarkoba Polres Pasuruan Kota di area SPBU Jalan Raya Purwosari, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku adalah A Rizki Gusti Holle (29), warga Jalan Gadang XVII, Kelurahan Gadang, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas dua bulan.

"Saat ditangkap pelaku sempat melawan, karena kesiapan petugas pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti pil logo Y," jelas Kasat Reskoba Polres Pasuruan, AKP Slamet Wahyudi, Senin (17/1/2021).

Slamet mengatakan, saat diamankan, terhitung ada 32 botol warna putih yang totalnya berisi 32.000 pil koplo dari tas pelaku yang tertangkap pada 14 Januari lalu.

Baca juga:
Belasan Kilogram Ganja dan Puluhan Tersangka Ditangkap Polres Malang Kota

Penangkapan itu dilakukan dari hasil penyelidikan kepolisian yang telah mengintai gerak-gerik para pengedar farmasi ilegal di wilayah Kabupaten Pasuruan.

"Pelaku ini pedagang besar. Ia rencana mendistribusikan sediaan farmasi ilegal obat keras berbahaya itu ke wilayah pasuruan," ungkapnya.

Baca juga:
Satu Keluarga di Jember Jalankan Bisnis Narkoba, Anak Pelajar Jadi Kurir

"Pelaku ini masuk penjara 2017 dan baru bebas November 2021 kemarin," tandasnya.

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.