Pixel Code jatimnow.com

Anak Berkebutuhan Khusus Dilaporkan Hilang Tercebur Sungai di Sidoarjo

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Supriyadi
Relawan TRC BPBD Kabupaten Sidoarjo saat mengecek lokasi yang diduga menjadi tempat terceburnya anak berkebutuhan khusus (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Relawan TRC BPBD Kabupaten Sidoarjo saat mengecek lokasi yang diduga menjadi tempat terceburnya anak berkebutuhan khusus (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Sidoarjo - Seorang anak perempuan berkebutuhan khusus dilaporkan hilang tercebur di sungai belakang Perumahan Griya Prambon Asri, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (29/5/2022).

Informasi yang diperoleh jatimnow.com di lokasi, anak berkebutuhan khusus itu bernama Fifany Clorina Oktavia, berusia 6 tahun.

Relawan TRC BPBD Kabupaten Sidoarjo, Supriyadi mengatakan, korban sehari-hari tinggal bersama kedua orangtua dan neneknya.

"Sekitar pukul 06.00 WIB kedua orangtuanya izin ke neneknya untuk mencari kontrakan. Setelah kembali didapati anaknya tidak ada di rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu kedua orangtuanya mencari di sekitar lokasi yang berbatasan dengan pos kamling di lingkungan perumahan," ujar Supriyadi.

Baca juga:
Siswa SLB di Kota Blitar Alami Keracunan Usai Konsumsi MBG

Dia menambahkan, di sekitar pos kamling ada pintu kecil terbuka dan diduga anak tersebut tercebur ke sungai.

"Patut diduga tercebur ke sungai. Tadi saat kedua orangtuanya mencari, celana pendek korban tertinggal atau dilepas ada di pos kamling lingkungan perumahan," bebernya.

Baca juga:
Respon Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pemkot Surabaya Tutup Panti Asuhan Tak Berizin

Menurut Supriyadi, celana pendek yang berada di pos kamling Perumahan Griya Prambon Asri itu dibenarkan oleh ayah korban.

"Dipastikan, kedua orangtuanya mengetahui ini celana anaknya," tandasnya.

Harga Bahan Pokok di Jawa Timur: Daging Sapi Stabil
Peristiwa

Harga Bahan Pokok di Jawa Timur: Daging Sapi Stabil

Mayoritas komoditas pangan utama berada dalam kisaran harga yang stabil, sementara komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang mencatatkan sedikit dinamika penyesuaian harga di pasaran.