Pixel Code jatimnow.com

Persib Waspadai Misi Balas Dendam Persebaya Surabaya

Editor : Zaki Zubaidi  
Skuat Persebaya. (Foto: PT LIB)
Skuat Persebaya. (Foto: PT LIB)

jatimnow.com - Persebaya Surabaya membawa misi balas dendam saat bertandang ke markas Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-8 BRI Liga 1 2024/2025.

Laga big match ini akan berlangsung Jumat (18/10/2024) besok di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Rekor pertemuan tak memihak Persebaya, dalam empat perjumpaan terakhir mereka tak bisa menang. Bahkan di laga terakhir lawan Persib, Persebaya menelan kekalahan 1-3 di Stadion Si Jalak Harupat 20 April 2024.

Persib sukses menyapu tiga laga dengan kemenangan. Satu-satunya poin yang bisa didapat Bajul Ijo adalah hasil imbang di Stadion Gelora Joko Samudro 13 Maret 2023 lalu.

Bek Persib Nick Kuipers menilai kekuatan Persebaya kali ini telah berubah dari musim lalu meski ditangani pelatih yang sama. Dua rekrutan baru Flavio Silva dan Malik Risaldi, membuat variasi serangan menjadi beragam selain ada Bruno Moreira.

Baca juga:
Tavares Puji Loyalitas Rivera, Yakin Jadi Kunci Persebaya Surabaya Musim Depan

Jangan lupakan mantan pemain Persib di Persebaya musim ini, nama Mohamed Rashid dan Ardi Idrus punya motivasi berlipat mencuri poin di kandang Maung. Kesempatan bagi Persebaya memperbaiki rekor pertemuannya mengingat anak-anak Bandung tampil tanpa pendukungnya Bobotoh.

“Penting diingat, kami bermain melawan 11 pemain, saya tahu tugas saya memastikan lawan tidak mencetak gol. Kami harus siap menghadapi mereka, penyerangan mereka, tidak ada persiapan yang spesial,” ucap Nick Kuipers.

Baca juga:
Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Ini empat pertemuan terakhir Persib vs Persebaya:

20/4/2024: Persib 3-1 Persebaya
7/10/2023: Persebaya 2-3 Persib
13/3/2023: Persebaya 2-2 Persib
10/12/2022: Persib 2-1 Persebaya

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat
Olah Raga

Tampil Solid, Persid Jember Kalahkan Persemay Maybrat

Kemenangan di Stadion JSG ini tidak hanya memperpanjang napas Persid Jember di kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi modal motivasi berharga bagi seluruh tim untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.