jatimnow.com - Forkopimda Jawa Timur bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Hilirisasi Perkebunan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Rakor kali ini digelar untuk mencapai target swasembada gula nasional. Di mana, Jawa Timur rencananya akan ditanami 70 ribu hektar lahan tebu dari total target 100 ribu hektar di Indonesia.
Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, serta Kajati Jatim Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol.
"Luas Tambah Tanam atau LTT Jawa Timur merupakan yang tertinggi dengan 1,8 juta hektar. Karena swasembada beras sudah terwujud, angka ini pasti tidak boleh berkurang di 2026. Jadi peruntukan-peruntukan seperti ini memang harus dipetakan dengan hati-hati," tutur Khofifah.
Sementara Menteri Pertanian RI Amran menetapkan waktu 3 bulan atau 90 hari untuk bongkar ratoon atau tebu sisa panen diganti tunas baru di kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, dikatakan bahwa Jawa Timur akan menjadi yang pertama membangun produksi Grand Parent Stock (GPS) milik negara.
Bibit induk generasi awal dalam peternakan unggas akan dikelola untuk menghasilkan Final Stock (FS) atau bibit DOC (Day Old Chick) untuk komersial.
"Ini menjadi good news bagi kami yang ada di Jawa Timur. Kemudian kami juga berdiskusi dan berkoordinasi tentang PSN atau Produksi Susu Nasional dengan beberapa bupati yang memungkinkan bisa memberikan penguatan untuk bisa mendapatkan sapi dara bunting. Insya Allah, program-program ini sangat berdekatan dengan kultur peternak yang ada di Jawa Timur," jelas Khofifah.
Baca juga:
PT SGN Raih Humas Terbaik Penggerak Ekonomi Koperasi di Surya Award 2025
Mantan Menteri Sosial RI itu berharap, ikhtiar-ikhtiar dan sinergitas dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota akan memberikan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Sehingga, akan lebih menjamin kesejahteraan para pekebun, peternak, dan petani di daerah.
"Intinya kami siap untuk menerima program ini dengan segala sukacita. Terima kasih atas seluruh support bagi Jawa Timur insya Allah kita bisa laksanakan dengan maksimal," pungkas Gubernur Khofifah.
Sementara itu, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilainya unggul dalam bidang pertanian. Mengingat, pertanian Jawa Timur selalu berada pada posisi tiga besar di berbagai komoditas.
"Maka untuk tebu, kalau Jawa Timur berhasil, insya Allah tahun depan secara nasional kita tidak akan impor gula putih. Karena 50 persen tebun-tebu ada di Jawa Timur," ucapnya.
Baca juga:
Bertani Tebu Tak Semanis Gula Tebu
"Target kita, 70 ribu hektar tebu dari total 100 ribu hektar akan ditanam di Jawa Timur. Jadi bisa dibayangkan 70 persen tebu Indonesia akan ada di Jawa Timur. Makanya tadi langsung saya kasih 100 traktor," lanjut Amran.
Dirinya menyampaikan, total anggaran untuk swasembada gula mencapai Rp 1,6 triliun. Ini diberikan untuk meningkatkan produksi gula yang kini mencapai kurang lebih 2,68 juta ton mencapai 3 juta ton pada 2026 mendatang.
"Ini harus bisa kita lakukan seperti swasembada beras. Karena Alhamdulillah minggu depan, kalau tidak ada aral melintang, kita bisa menyatakan Indonesia swasembada beras dari yang target 4 tahun jadi 1 tahun. Dan Jawa Timur termasuk kontributor terbesar," pungkasnya
URL : https://jatimnow.com/baca-81358-pemerintah-genjot-program-swasembada-gula-nasional-dari-jatim