jatimnow.com - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember mengancam akan mencoret dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti memangkas anggaran program MBG. Pengawasan ketat dilakukan menyusul temuan sejumlah dapur yang diduga tidak menjalankan ketentuan anggaran per porsi.
Anggota Satgas MBG Jember, Ahmad Hoirozi, mengatakan hasil pertemuan dengan sejumlah SPPG dan mitra dapur di Pendopo Wahyawibawagraha menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran. Pihak Satgas meminta anggaran Rp10 ribu dan Rp8 ribu per porsi tidak dikurangi dalam kondisi apa pun.
“Bupati tegas, tidak boleh ada pengurangan anggaran. Kalau melanggar, akan direkomendasikan cabut izinnya ke BGN,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan, kepala daerah memiliki kewenangan mencoret dapur yang tidak patuh. Satgas bersama DPRD siap memberikan rekomendasi apabila peringatan tidak diindahkan.
“Kalau sudah SP1, SP2, SP3 tetap membandel, ya dicoret. Kami tidak segan,” tegasnya.
Dari 15 dapur yang dikunjungi Satgas, ditemukan empat hingga lima dapur bermasalah. Meski jumlahnya belum mencapai separuh, kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Hoirozi menyebut persoalan kerap dipicu mitra berbasis bisnis yang merasa tidak puas dengan nilai Rp6 juta per hari. Akibatnya, anggaran makan disebut-sebut dikurangi sehingga berdampak langsung pada kualitas menu yang diterima siswa.
“Kalau mitranya baik, SPPG-nya juga bagus. Tapi kalau mitranya bermain, yang dirugikan anak-anak,” ujarnya.
Baca juga:
Tiga SPPG di Jember Disanksi BGN, Gus Fawait Beri Arahan Dari Makkah
Pihak Satgas juga menyoroti menu selama Ramadan. Satgas menilai menu kering yang diberikan semakin berkurang dari nominal yang telah ditetapkan.
“Sekarang puasa, menu kering sangat berkurang. Secara nominal jelas tidak sesuai,” katanya.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan, Satgas juga menemukan dapur yang tidak menyajikan menu sampling selama dua kali 24 jam sebagaimana ketentuan wajib. Hal tersebut memunculkan dugaan pelanggaran prosedur. Hoirozi menegaskan anggaran tidak boleh digeser ke hari berikutnya. Setiap hari sudah memiliki pagu dan siklus menu 14 hari yang harus dipatuhi.
Baca juga:
Percepat Transformasi Digital, Linknet Teken MoU dengan Universitas Jember
“Tidak boleh hari ini Rp9 ribu lalu besok digenapkan. Per hari sudah ada anggarannya,” tegasnya.
Terkait dapur yang mendapat suspend di wilayah Purwo dan Ambulu, sanksi masih bersifat sementara. Namun, Satgas memastikan izin dapat dicabut permanen apabila pelanggaran kembali terjadi.
Satgas MBG Jember menegaskan komitmennya menjaga kualitas program agar tujuan utama pemenuhan gizi bagi anak-anak tetap tercapai sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
URL : https://jatimnow.com/baca-82728-satgas-mbg-jember-ancam-coret-dapur-sppg-yang-pangkas-anggaran