Pixel Code jatimnow.com

DPR Minta Transparansi Total di Program Makan Bergizi Gratis Surabaya

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati mengajak warga Wiyung Surabaya awasi program Makan Bergizi Gratis guna cegah penyimpangan dan konflik kepentingan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati mengajak warga Wiyung Surabaya awasi program Makan Bergizi Gratis guna cegah penyimpangan dan konflik kepentingan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, meminta masyarakat di Kecamatan Wiyung, Surabaya, tidak pasif dalam menyambut program Makan Bergizi Gratis. Ia mendorong warga berani melapor jika menemukan kejanggalan dalam distribusi maupun kualitas makanan di lapangan.

Pernyataan ini muncul saat Indah menemui konstituen di Kebon Kota, Jajar Tunggal, Rabu (4/3). Menurutnya, program besar dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi kontrol sosial yang kuat dari tingkat akar rumput.

"Tugas saya di DPR adalah memastikan manfaatnya sampai ke tangan yang berhak. Masukan dari Bapak dan Ibu sekalian menjadi bahan evaluasi agar kebijakan ini tepat sasaran," kata Indah di hadapan warga.

Politisi ini menjelaskan bahwa posisinya di Komisi IX menempatkannya sebagai mitra strategis Badan Gizi Nasional. Namun, ia secara tegas memilih untuk tidak terlibat dalam urusan teknis penyediaan makanan, seperti pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut diambil guna menjaga integritas dan menghindari benturan kepentingan antara fungsi pembuat kebijakan dengan pelaksana proyek.

Baca juga:
Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Kawal Dana MBG dari APBN

"Saya tegaskan, saya tidak mengelola dapur SPPG. Saya memilih berdiri di barisan pengawas. Dengan begitu, saya bisa bicara lantang jika ada yang tidak beres tanpa ada beban konflik kepentingan," tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang bukan sekadar bantuan pangan sesaat. Pemerintah memproyeksikan skema ini sebagai investasi manusia untuk memangkas angka tengkes (stunting) dan meningkatkan daya saing generasi mendatang, mulai dari fase kehamilan hingga usia sekolah.

Baca juga:
Warga Surabaya Diajak Pantau Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Indah juga menyarankan warga agar aktif berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah masing-masing jika menemukan kendala teknis.

Transparansi anggaran dan kualitas gizi menjadi harga mati agar visi menuju Indonesia Emas tidak terjegal oleh praktik penyimpangan di tingkat lokal.