Pixel Code jatimnow.com

Bukan Seniman, Staf Resort di Malang Ini Rutin Main Karawitan

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Setiap Sabtu sore, staf Padi Heritage Resort Malang berlatih karawitan untuk melatih kesabaran dan meruntuhkan sekat hierarki dalam pelayanan hotel. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Setiap Sabtu sore, staf Padi Heritage Resort Malang berlatih karawitan untuk melatih kesabaran dan meruntuhkan sekat hierarki dalam pelayanan hotel. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suara saron dan gong yang bergema di area Hall Langit setiap Sabtu sore bukan berasal dari kelompok seniman sewaan. Irama itu lahir dari tangan-tangan lincah staf Padi Heritage Resort Malang yang menanggalkan seragam kerja sejenak demi memukul bilah-bilah gamelan.

Mulai pukul 15.00 WIB, suasana resort berubah total. Tidak ada lagi sekat antara atasan dan bawahan.

Di sini, seorang manajer operasional duduk bersila sejajar dengan tim housekeeping. Mereka semua punya satu misi, menyelaraskan nada dalam latihan rutin karawitan.

Padi Heritage Resort sengaja memilih karawitan bukan sekadar untuk gimik pelestarian budaya. Manajemen melihat ada ruh kerja sama tim yang sangat kuat dalam filosofi alat musik tradisional Jawa ini.

"Dalam karawitan, tidak boleh ada satu instrumen pun yang ingin tampil paling dominan. Semuanya wajib saling mendengarkan agar iramanya padu. Nilai inilah yang kami bawa ke dunia kerja," kata Francy, Room Division Manager Padi Heritage Resort, Selasa (10/3/2026).

Staf Padi Heritage Resort Malang berlatih karawitan untuk melatih kesabaran dan meruntuhkan sekat hierarki dalam pelayanan hotel. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Staf Padi Heritage Resort Malang berlatih karawitan untuk melatih kesabaran dan meruntuhkan sekat hierarki dalam pelayanan hotel. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca juga:
Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

Menurut Francy, saat latihan berlangsung, jabatan struktural hotel seolah luruh. Kepekaan rasa yang terasah saat menabuh gamelan diharapkan terbawa saat mereka melayani tamu. Fokus dan kesabaran menjadi produk sampingan yang sangat berguna bagi kualitas pelayanan hotel.

Bagi para tamu, pemandangan ini menjadi atraksi otentik. Alunan musik yang mengalun di tengah suasana pedesaan dan hamparan sawah mempertegas identitas heritage yang diusung akomodasi di Kota Malang ini.

Latihan dua jam setiap akhir pekan tersebut terbukti efektif mencairkan komunikasi internal. Hambatan birokrasi yang biasanya kaku di lingkungan korporat menjadi lebih fleksibel karena rasa kebersamaan yang tumbuh di atas panggung gamelan.

Baca juga:
Banjir di Kota Malang Lumpuhkan Jalan Protokol

Irama itu lahir dari tangan-tangan lincah staf Padi Heritage Resort Malang yang menanggalkan seragam kerja sejenak demi memukul bilah-bilah gamelan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Irama itu lahir dari tangan-tangan lincah staf Padi Heritage Resort Malang yang menanggalkan seragam kerja sejenak demi memukul bilah-bilah gamelan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Melalui konsistensi ini, Padi Heritage Resort ingin membuktikan bahwa hotel bukan sekadar tempat tidur dan sarapan.

Mereka memposisikan diri sebagai wadah edukasi hidup, di mana para karyawannya berperan langsung sebagai duta budaya yang ramah dan bersahaja.