Pixel Code jatimnow.com

Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Petugas memantau distribusi LPG 3 kilogram (ilustrasi). (Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus fof jatimnow.com)
Petugas memantau distribusi LPG 3 kilogram (ilustrasi). (Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus fof jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Ahmadi menyebut, kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayahnya murni disebabkan oleh faktor alam, bukan penimbunan.

Pernyataan tersebut sebagai jawaban atas keluhan masyarakat Kabupaten Bojonegoro terkait kelangkaan gas melon dalam beberapa hari terakhir. Ahmadi pun memastikan, untuk saat ini pasokan gas LPG 3 kilohram di Bijonegoro berangsur normal.

"Ada keterlambatan distribusi dari Pertamina karena cuaca buruk di perairan, sehingga kapal pengangkut tidak bisa bersandar tepat waktu,” jelas Ahmadi.

Baca juga:
Wanita Asal Blora Tenggelam di Bengawan Solo Bojonegoro

Meski sempat tersendat, Ahmadi memastikan proses pemulihan telah berjalan sejak pertengahan Maret. Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dilaporkan mulai terisi penuh pada Minggu (15/3/2026), dan distribusi masif ke agen serta pangkalan resmi langsung dikebut keesokan harinya.

Guna mencegah kejadian serupa, Ahmadi menyebutkan, Disdagkop UM telah mengajukan permintaan penambahan kuota LPG 3 kg kepada Pertamina Patra Niaga sebesar 3.879 Metrik Ton (MT).

Baca juga:
PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI

Saat ini, pihaknya bersama instansi terkait juga rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk memantau kelancaran distribusi dan menstabilkan harga agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).