Pixel Code jatimnow.com

Unik, Miniatur Gajah Wurung Karya Perupa Gresik Mulai Diburu Kolektor Art Toys

Editor : Bramanta   Reporter : Sahlul Fahmi
Art toys bernama “Gajah Wurung” karya perupa asal Gresik Rachmad Basuki. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Art toys bernama “Gajah Wurung” karya perupa asal Gresik Rachmad Basuki. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang perupa asal Gresik, Rachmad Basuki, sukses menarik perhatian kolektor lewat karya art toys terbarunya bernama “Gajah Wurung”.

Miniatur berbentuk gajah ini dicetak menggunakan printer 3D dengan bahan PLA (Polylactic Acid). Inspirasi Rachmad datang dari patung gajah yang berdiri di Perlimaan Sukorame Gresik, tepatnya di pertemuan Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Proklamasi. Patung tersebut sempat viral di media sosial karena bentuknya yang unik.

“Nama Gajah Wurung artinya gajah yang tidak jadi. Ide itu muncul setelah saya mengamati patung di Perlimaan Sukorame. Bentuknya tidak realistis seperti gajah pada umumnya. Dari situ saya tergelitik untuk membuat art toys versi saya sendiri,” ujar Rachmad, Selasa (21/4/2026).

Pria yang juga berprofesi sebagai ilustrator ini memproduksi Gajah Wurung dalam tiga varian produk. Untuk miniatur setinggi 7 cm seharga Rp100 ribu. Kemudian gantungan kunci setinggi 5 cm seharga Rp20 ribu. Sedang aksesoris setinggi 4 cm seharga Rp20 ribu.

“Alhamdulillah sudah mulai ada yang mengoleksi dan saya sedang mengerjakan beberapa pesanan. Produksinya memang kami batasi karena mengutamakan kualitas. Pengerjaannya butuh ketelitian tinggi,” ujarnya.Art toys bernama “Gajah Wurung” karya perupa asal Gresik Rachmad Basuki. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)Art toys bernama “Gajah Wurung” karya perupa asal Gresik Rachmad Basuki. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Baca juga:
Tiar Karbala Dorong UMKM Gresik Kuasai AI untuk Rebut Pasar Digital

Gajah Wurung merupakan bagian dari brand Puno Kampunk, proyek art toys yang didirikan Rachmad. Brand ini juga memiliki seri figur lain seperti Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Selain art toys, Rachmad rutin mengunggah komik strip di akun Instagram @punokampunk sebagai media interaksi dengan penikmat karyanya.

Ditanya soal awal mula Puno Kampunk, Rachmad mengaku berawal dari hobi mengoleksi action figure.

Baca juga:
Peduli Lingkungan, BPJS Ketenagakerjaan Gresik Tanam 1.437 Bibit Mangrove

“Dari hobi koleksi, saya coba bikin produk sendiri. Ternyata ada yang minat. Lumayan, jadi hobi yang menghasilkan,” ungkap anggota Gerakan Seni Rupa Gresik (GASRUG) itu.

Saat ini Rachmad bersama pegiat toys lain di Gresik juga telah membentuk komunitas Gresik Toys Community (GTC) sebagai wadah berkumpulnya para pecinta dan kreator art toys lokal.