Pixel Code jatimnow.com

Relawan di Tulungagung Meninggal Dunia Usai Kerja Bakti di Candi Dadi

Editor : Bramanta  
Korban saat dievakuasi turun dari kawasan Candi Dadi. (Foto: Polsek Boyolangu for jatimnow.com)
Korban saat dievakuasi turun dari kawasan Candi Dadi. (Foto: Polsek Boyolangu for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang relawan dilaporkan meninggal dunia saat melakukan kerja bakti pembuatan saluran air, di Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Korban diketahui bernama Amanul Huda (59), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Korban diketahui sempat mendapat pertolongan medis dari seorang dokter di lokasi kejadian. 

Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih mengatakan peristiwa tersebut terjadi Minggu (14/6/2026). Saat itu korban bersama 15 rekannya dari komunitas SABDA (Sahabat Bumi dan Budaya) alumni SMUKED sedang melakukan aksi kerja bakti pembuatan saluran air di area candi. Rombongan tersebut diketahui tiba di lokasi sejak pukul 07.00 WIB.

"Saat berangkat menuju lokasi, korban tidak mengeluhkan sakit atau gangguan kesehatan apa pun kepada rekan-rekannya," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurut keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika rombongan sedang beristirahat. Saat tengah makan dan bersantai, kondisi korban tiba-tiba menurun drastis. Korban terlihat lemas seketika sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

Rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan pertama dan memanggil seorang dokter yang saat itu berada di sekitar lokasi. Sayangnya, meski telah mendapatkan penanganan medis darurat, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca juga:
Kecelakaan Tulungagung, Relawan Surabaya Hingga Pentupan Garasi Truk Tronton

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban turun dari kawasan Candi Dadi. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban.

Retno menambahkan, pihak keluarga korban telah memberikan keterangan terkait riwayat kesehatannya. Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi sejak dua bulan terakhir.

Baca juga:
Gelar Social Experiment, KPAD Gencarkan Tulungagung Tanpa Stigma

"Keluarga sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi," pungkasnya.

Monyet Ekor Panjang, Hama yang Bernilai Mahal
Macaca fascicularis

Monyet Ekor Panjang, Hama yang Bernilai Mahal

Di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, monyet ekor panjang masih banyak dijumpai dan di sejumlah daerah bahkan dianggap sebagai hama yang meresahkan masyarakat.