jatimnow.com - Bulan Suro dalam penanggalan Jawa selalu disambut dengan khidmat oleh masyarakat. Bukan sekadar pergantian tahun baru hijriah, bulan ini menjadi momen refleksi diri melalui berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Jika di banyak tempat masyarakat disibukkan dengan ritual jamasan atau mencuci benda pusaka, di Desa Pohsangit Leres, Kabupaten Probolinggo, terdapat tradisi unik yang tak kalah sakral yakni memandikan sapi.
Bagi masyarakat Jawa, jamasan pusaka bukan sekadar aktivitas fisik membersihkan benda-benda bersejarah. Tradisi ini menyimpan makna filosofis mendalam, yakni upaya pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) untuk menyambut masa depan yang lebih bersih dan suci.
Namun, kearifan lokal di Jawa tidak berhenti pada benda mati. Di Desa Pohsangit Leres, rasa syukur tersebut dimanifestasikan melalui hewan ternak yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
Kepala Desa Pohsangit Leres, Salam, mengungkapkan bahwa tradisi memandikan sapi saat bulan Suro telah menjadi rutinitas tahunan yang dinanti warga. Ritual ini dilakukan dengan penuh harapan agar hewan ternak, khususnya yang dipersiapkan untuk kontes atau perlombaan, selalu dalam kondisi prima.
"Alhamdulillah, tradisi ini kami lakukan tiap tahun, tepatnya di bulan Suro. Selain tradisi memandikan pusaka, kami juga memandikan hewan ternak seperti sapi. Tujuannya adalah rasa syukur serta berharap sapi kami terhindar dari penyakit serta pencurian," ujar Salam saat ditemui di kediamannya. Kamis (18/6/2026).
Menurut kepercayaan setempat, ritual ini berfungsi sebagai tolak bala atau upaya menjauhkan ternak dari segala sial dan penyakit yang mungkin menyerang sepanjang tahun.
Lebih dari sekadar aspek mistis, tradisi ini mempererat ikatan antara peternak dengan hewan peliharaannya, sekaligus memupuk kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan.
Selain ritual pembersihan benda pusaka dan hewan ternak, masyarakat Desa Pohsangit Leres juga memaknai bulan Suro dengan kegiatan yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Salam menambahkan bahwa setiap tahunnya, desa tersebut konsisten menyelenggarakan rangkaian acara keagamaan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Baca juga:
Ini Rupanya Makna Suroan dalam Budaya Jawa
"Tak hanya memandikan sapi atau pusaka, tiap tahunnya desa juga mengadakan acara keagamaan, seperti pemberian santunan kepada anak yatim," tambahnya.
Rangkaian kegiatan di Desa Pohsangit Leres ini mencerminkan harmonisasi antara pelestarian budaya leluhur dan penguatan solidaritas sosial. Di tengah arus modernisasi, masyarakat desa membuktikan bahwa tradisi tetap relevan jika dikemas dengan nilai-nilai syukur, kasih sayang terhadap makhluk hidup, dan kepedulian terhadap sesama.
Bulan Suro pun menjadi momentum bagi warga untuk tidak hanya membersihkan benda pusaka atau hewan ternak, tetapi juga membersihkan hati dan mempererat kerukunan antarwarga desa.
URL : https://jatimnow.com/baca-85363-warga-probolinggo-gelar-ritual-memandikan-sapi-di-bulan-suro