jatimnow.com – Penyelenggaraan ajang mode dan budaya bertaraf internasional, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, berhasil mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak pergelaran bergengsi ini diadakan, seluruh kebutuhan kelistrikan acara dipasok 100 persen dari jaringan PT PLN (Persero) tanpa menggunakan satu pun genset, baik sebagai sumber utama maupun cadangan.
Keberhasilan membebaskan area JFC 2026 dari asap dan kebisingan genset berbahan bakar diesel ini terwujud berkat sokongan sistem kelistrikan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, yang mengandalkan teknologi Uninterruptible Power Supply (UPS) berlapis demi menjamin kelistrikan tanpa kedip.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah wujud kesiapan infrastruktur PLN dalam mendukung event kelas dunia sekaligus mendorong percepatan transisi energi hijau.
"Jember Fashion Carnaval bukan hanya kebanggaan masyarakat Jember, tetapi juga Indonesia. Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya JFC sepenuhnya mengandalkan pasokan listrik PLN tanpa menggunakan genset. Kami ingin memastikan setiap karya seni ditampilkan maksimal dengan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Eric melalui siaran tertulisnya, Senin (27/7/2026).
Transisi dari penggunaan genset diesel ke pasokan listrik PLN murni ini memberikan dampak signifikan di lapangan. Emisi gas buang dan tingkat kebisingan di sekitar area panggung hingga runway jalanan berhasil ditekan drastis, sehingga menciptakan atmosfer yang jauh lebih nyaman bagi para peserta, pelaku seni, dan ribuan penonton yang hadir.
Baca juga:
Bupati Jember: JFC Jadi Penggerak Ekonomi Percepat Pengentasan Kemiskinan
Guna memastikan pasokan listrik nihil gangguan, PLN UID Jawa Timur menerapkan skema pengamanan khusus. Jalur suplai jaringan menuju lokasi acara diperpendek untuk mendongkrak keandalan sistem kelistrikan.
Dari sisi kesiapan personel dan peralatan, PLN menerjunkan 33 teknisi siaga yang berjaga sebelum, selama, hingga usai acara. Para petugas tersebut disebar on site di 10 titik strategis sepanjang area penyelenggaraan untuk memberikan respons cepat.
Baca juga:
Akui JFC Karnaval Terbesar Kedua di Dunia, Gus Fawait Siapkan Promosi Agresif
Sebagai ujung tombak teknis, PLN menyiagakan 3 Unit Gardu Bergerak (UGB), yang terdiri dari dua unit berkapasitas 250 kVA dan satu unit 200 kVA. Sementara untuk memastikan aliran listrik tidak terputus sedetik pun, PLN memobilisasi armada UPS raksasa dengan rincian 1 unit 250 kVA, 1 unit 100 kVA, 3 unit 30 kVA, 1 unit 20 kVA, dan 1 unit 10 kVA.
"Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggara berbagai event besar lainnya untuk beralih menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih. Kehadiran listrik yang andal tidak hanya menjaga kelancaran acara, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah," pungkas Eric.