Pixel Code jatimnow.com

Kapal Bawa 5 Nelayan Lamongan Hilang Kontak di Perairan Bawean

Editor : Dadang Kurnia  
Operasi SAR pencarian KMN Fatma Jaya 1 di perairan Bawean. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Operasi SAR pencarian KMN Fatma Jaya 1 di perairan Bawean. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Kapal Motor Nelayan (KMN) Fatma Jaya 1 yang membawa lima orang nelayan asal Brondong, Lamongan, dilaporkan hilang misterius di perairan laut sisi barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Sebelum dinyatakan hilang kontak, nakhoda kapal sempat mengirimkan pesan permintaan tolong pada Sabtu (25/7/2026) sore.

Merespons laporan hilangnya kapal yang baru diterima pada Selasa (28/7/2026) siang, Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung bergerak cepat dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi untuk menyisir lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan satu tim KN SAR 249 Permadi dan satu tim rescue khusus.

"Begitu menerima laporan kejadian melalui Unit Siaga SAR Lamongan pada Selasa siang, kami langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait sekaligus mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescue untuk melaksanakan operasi SAR," tegas Nanang.

Tepat pukul 14.00 WIB, KN SAR 249 Permadi langsung bertolak dari Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapal penyelamat ini harus menempuh pelayaran sejauh kurang lebih 90,35 mil laut menuju titik sasaran di perairan Pulau Bawean.

Baca juga:
Simulasi Gempa, Tim Urban SAR Surabaya Latih Evakuasi Korban dari Reruntuhan

Berdasarkan laporan kronologi yang dihimpun tim SAR, KMN Fatma Jaya 1 awalnya berangkat melaut dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, menuju perairan Pulau Bawean pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal nahas tersebut diawaki oleh lima orang nelayan yang seluruhnya merupakan warga Brondong, Lamongan. Kelima korban adalah Slamet Suudin (50) selaku nakhoda, serta empat anak buah kapal (ABK) yakni Damar (38), Lutfi A. (37), Denis P. (28), dan A. Taufiq (45).

Baca juga:
40 Hari KMN Entok Hilang di Laut Lamongan, Tim SAR Kerahkan Kapal Permadi

Sehari setelah berangkat, tepatnya pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, nakhoda kapal Slamet Suudin sempat menghubungi seorang rekannya bernama Hodiin yang berada di Bawean untuk meminta pertolongan. Sayangnya, setelah komunikasi krusial tersebut, kapal terputus kontaknya dan tidak lagi dapat dihubungi hingga saat ini.

Guna mempercepat proses pencarian, operasi SAR ini juga melibatkan armada dan personel gabungan dari berbagai instansi. Selain dari tim Basarnas, pencarian turut dibantu oleh Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Lamongan, Dinas Perikanan Lamongan, PPN Brondong, serta Rukun Nelayan (RN) Brondong.