Pixel Code jatimnow.com

Dinkes Kota Kediri Gandeng SMP Negeri Jalankan Aksi Bergizi, Cegah Anemia Remaja

Editor : Yanuar D  
Mengawali Program Aksi Bergizi di Sekolah di SMP Negeri 1 Kota Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Mengawali Program Aksi Bergizi di Sekolah di SMP Negeri 1 Kota Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kota Kediri mulai menggerakkan Program Aksi Bergizi di Sekolah dengan melibatkan sembilan SMP negeri. Program yang diluncurkan di SMP Negeri 1 Kota Kediri, Rabu (29/7/2026), itu bertujuan membiasakan pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta mencegah anemia pada remaja sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menegaskan, Aksi Bergizi di Sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan membangun generasi yang sehat dan produktif.

“Gerakan ini tidak hanya sekedar gerakan yang hanya sehari ini, tapi ini momentum dimulainya pemahaman bahwa untuk mencetak generasi yang luar biasa sebagaimana keinginan Bapak Presiden harus dipersiapkan sejak dini. Dan ini di Kota Kediri momentumnya kita mulai pada hari ini dilakukan dengan aksi bergizi di sekolah,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Gus Qowim, sapaan akrabnya, mengapresiasi antusiasme para siswa yang mengikuti sarapan bergizi bersama. Menurutnya, menu yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan vitamin itu menjadi contoh pola makan seimbang yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap gerakan tersebut terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi Kota Kediri yang sehat, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Selain mengajak siswa membiasakan sarapan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta rutin berolahraga, Gus Qowim juga mengingatkan pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.

“Kalau ingin sehat, harus bergerak dinamis. Sarapan bergizi dan pembiasaan perilaku sehat di setiap minggu. Saya juga berpesan kepada adik-adik putri, jangan ragu untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Itu bukan obat karena sedang sakit, tetapi ikhtiar agar tubuh tetap sehat, tidak mudah lemas, terhindar dari anemia, dan kelak menjadi perempuan yang kuat serta mampu melahirkan generasi-generasi yang sehat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dinas Kesehatan Kota Kediri juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 9. Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Aksi Bergizi secara rutin setiap pekan.

Baca juga:
Upacara Tradisi Manusuk Sima Kembali Digelar di Taman Tirtayasa Kota Kediri

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Hamida menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja. Selain sarapan bergizi, siswi juga akan menerima tablet tambah darah setiap pekan sebagai upaya mencegah anemia.

“Remaja putri ini sejak dini kita berikan TTD, tablet tambah darah seminggu sekali untuk menghindari anemia sehingga dipersiapkan sejak masih remaja yang nantinya calon-calon ibu supaya terhindar dari kasus anemia, terutama pada saat hamil dan menjelang melahirkan, sehingga akan melahirkan generasi penerus yang baik tentunya terhindar dari penyakit-penyakit kongenital atau penyakit bawaan,” jelasnya.

Hamida menambahkan, penandatanganan MoU juga bertujuan memperkuat peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memberikan layanan kesehatan promotif dan preventif bagi peserta didik.

Salah seorang peserta, Amanda Setiani Putri, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Siswi SMP Negeri 9 Kota Kediri itu mengatakan, selain mendapatkan edukasi mengenai gizi, peserta juga memperoleh sarapan bergizi dan tablet tambah darah.

Baca juga:
Dhoho Night Carnival 2026 Sedot Ribuan Penonton, Zita Anjani Puji Kreativitas Kediri

“Saya senang datang kesini. Ini baru pertama kali dapat materi seperti ini. Tadi juga dapat sarapan, snack, sama tablet tambah darah,” ujarnya.

Amanda mengaku tidak keberatan mengonsumsi tablet tambah darah yang nantinya diberikan setiap pekan. Menurutnya, tablet tersebut justru membuat tubuhnya lebih bugar meski sebagian temannya masih enggan mengonsumsinya karena menganggap baunya amis.

“Di SMPN 9 biasanya rutin dapat tablet tambah darah sebulan sekali. Tapi ada yang bilang amis, makanya beberapa tidak suka. Tapi saya senang minum tablet tambah darah dari sekolah karena membuat tubuh jadi sehat dan tidak gampang pusing, apalagi ini nanti katanya dapat seminggu sekali,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 siswa itu juga diisi edukasi bertema Pemenuhan Gizi bagi Remaja oleh Rr. Lieliesnaini Octaviariani Sutoyo dari IIK Bhakti Wiyata, aktivitas fisik bersama, sarapan bergizi, serta pemberian tablet tambah darah kepada siswi. Program tersebut diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.