Pixel Code jatimnow.com

Ratusan Anggota PSHT Demo di Polrestabes Surabaya, Tolak Kekerasan dan Premanisme

Editor : Yanuar D   Reporter : Sujianto
Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)
Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Dengan mengenakan pakaian serba hitam khas organisasi, massa datang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil komando untuk menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk premanisme di Kota Pahlawan, khususnya yang berkedok debt collector (DC).

Aksi solidaritas ini dipicu oleh insiden pengeroyokan dan pembacokan yang menimpa dua anggota PSHT saat bertugas sebagai petugas valet di sebuah tempat hiburan malam kawasan Tegalsari, Surabaya. Terduga pelaku ditengarai merupakan sekelompok oknum yang terafiliasi dengan aksi premanisme dan debt collector.

Di atas mobil komando, orator aksi, Bondan, menegaskan bahwa kehadiran massa aksi adalah bentuk solidaritas yang tetap menjunjung tinggi kedamaian.

"PSHT cinta damai, ini adalah aksi damai. Kita buktikan gerakan arus bawah solid dan cinta damai. Kita tidak ingin ada aksi premanisme berkedok DC dan anarkis di Surabaya," tegas Bondan di hadapan massa.

Bondan mengkritisi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum debt collector terhadap masyarakat sipil. Ia mendesak agar penegak hukum bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca juga:
Jelang Aksi Massa, PSHT Surabaya Tegaskan Tak Terlibat Secara Organisasi

"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut perkara ini secara transparan, objektif, dan menghasilkan kepastian hukum yang jelas," lanjutnya.

Menyambut kedatangan massa aksi, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menemui para demonstran dan menyampaikan pidatonya. Ia mengapresiasi kebersamaan warga dalam menjaga kondusivitas kota dan menegaskan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus penganiayaan ini sampai tuntas.

"Kami bersama jajaran terus berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Kita masih berupaya memburu terduga pelaku penganiayaan lainnya," Kata Kombes Pol Luthfie.

Baca juga:
Ribuan Massa PSHT Akan Aksi di Surabaya Hari Ini, Cek Titiknya!

Ia juga mengajak masyarakat dan pihak keluarga besar PSHT untuk terus mendukung kepolisian memberikan informasi terkait keberadaan para pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.

Diketahui aksi hari ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas sekitar 10 ribu anggota PSHT yang tergerak atas musibah yang menimpa rekan mereka. Selain menyampaikan aspirasi di Mapolrestabes Surabaya, massa juga beraksi kawasan Jalan Teuku Umar, Tegalsari. Guna mengawal penuntasan masalah premanisme ini hingga benar-benar tuntas dan Kota Surabaya kembali aman serta kondusif bagi semua warga.