jatimnow.com - Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, membuka Kongres Anak yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", Senin (3/8/2026). Kongres ini merupakan bagian dari peringatak Hari Anak Nasional 2026. Dalam kesempatan tersebut, Baharudin juga mengukuhkan pengurus Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung periode 2025-2026.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional maupun gelaran Kongres Anak tak boleh dipandang sebatas agenda seremonial tahunan. Momen ini harus dimanfaatkan secara nyata untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam menjamin pemenuhan hak serta perlindungan anak.
"Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial. Ini momen penting memperkuat komitmen bersama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menuju Kabupaten Tulungagung Layak Anak," ujarnya.
Ia merincikan, tema yang diusung mengandung makna mendalam. Menyayangi anak berarti memberikan kasih sayang, perhatian, serta akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi. Sementara melindunginya berarti membentengi generasi muda dari ancaman kekerasan, perundungan (bullying), eksploitasi, perkawinan anak, hingga dampak negatif era digital.
"Membangun masa depan berarti menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, sejahtera, dan berakhlak mulia agar mampu menjawab tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045," lanjutnya.
Ahmad Baharudin berharap Dewan Perwakilan Anak menjadi saluran efektif bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, gagasan, dan aspirasi yang dapat memengaruhi kebijakan pembangunan daerah. Ia meminta para pengurus yang dilantik bersiap menjalankan peran strategis sebagai 2P, yakni Pelopor dan Pelapor.
Baca juga:
Puluhan SPPG di Tulungagung Beroperasi Tanpa Kantongi SLHS
"Jadilah teladan perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jangan takut melaporkan apabila menemui pelanggaran hak-hak anak melalui saluran resmi yang disiapkan pemerintah," tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat—mulai dari kalangan pengusaha, akademisi, media, hingga lingkup keluarga—untuk terus bersinergi. Menurutnya, isu perlindungan anak merupakan tanggung jawab kolektif.
Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, (KBPPA) Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pemenuhan hak anak.
Baca juga:
Lepas Kontingen Jamnas XII, Ini Pesan Plt Bupati Tulungagung
"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Plt Bupati terhadap keberlanjutan program perlindungan dan penguatan Forum Anak di Tulungagung. Dukungan ini menjadi pelecut semangat kami untuk terus menghadirkan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak," tuturnya.
Melalui gelaran Kongres Anak dan pengukuhan Forum Anak ini, Pemkab Tulungagung optimistis dapat mendorong partisipasi aktif anak sebagai agen perubahan sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Tulungagung sebagai Kabupaten Layak Anak.