Pixel Code jatimnow.com

Angin 30 Knot dan Gelombang Tinggi Intai Perairan Jatim 7-10 Agustus 2026

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Dadang Kurnia
Angin laut kencang (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)
Angin laut kencang (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com – Menjelang akhir pekan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi (Stamar) Maritim Tanjung Perak Surabaya kembali membunyikan alarm kewaspadaan bagi para pelaut.

Peringatan dini dikeluarkan terkait potensi cuaca laut ekstrem berupa hembusan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan data infografis resmi yang dikeluarkan, peringatan kewaspadaan maritim ini berlaku selama empat hari ke depan, yakni mulai 7 hingga 10 Agustus 2026.

Dari tinjauan kondisi sinoptik terbaru, BMKG melaporkan bahwa ancaman utama dipicu oleh pergerakan angin timuran. Angin ini cenderung berhembus di area prakiraan dengan rentang kecepatan yang bervariasi, yakni antara 5 hingga 30 knot.

Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini, Warga Mojokerto Waspadai Suhu Tinggi

Meskipun hembusan angin berpotensi cukup beringas di tengah laut, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di atas wilayah perairan secara umum cenderung cerah berawan di sebagian besar wilayah.

Dorongan angin berkecepatan tinggi tersebut diprediksi kuat akan membangkitkan gelombang laut. BMKG mencatat adanya peluang terjadinya gelombang laut dengan kategori sedang, yakni setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Baca juga:
Angin Beringas Berkecepatan 68 KM/Jam Kepung Perairan Jatim 3-6 Agustus 2026

Potensi gelombang tinggi ini mengintai 9 titik perairan di wilayah utara dan kepulauan Jatim, yang meliputi perairan Masalembo, Bawean bagian utara, Bawean bagian selatan, Kep. Sapudi bagian utara, Kep. Kangean bagian utara, Kep. Kangean bagian timur, Kep. Kangean bagian selatan, Kep. Sapudi bagian selatan, dan Situbondo bagian timur.

Mengingat potensi kecepatan angin yang bisa menembus 30 knot, masyarakat pesisir, nelayan tradisional, dan operator armada logistik diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika cuaca memburuk.