Pixel Code jatimnow.com

Musim Kemarau, Dua Desa di Tulungagung Alami Krisis Air Bersih

Editor : Bramanta  
Petugas BPBD Tulungagung lakukan distribusi air bersih. (Foto: BPBD Tulungagung for jatimnow.com)
Petugas BPBD Tulungagung lakukan distribusi air bersih. (Foto: BPBD Tulungagung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Krisis air bersih di Tulungagung semakin meluas akibat musim kemarau berkepanjangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat ada ratusan warga di dua desa mengalami kesulitan air bersih.

Sekretaris BPBD Tulungagung, Mokhamad Fairuza Alhida mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau. BPBD Tulungagung telah menerima permintaan droping dari dua desa yang kesulitan mendapat air bersih.

"Ini sudah masuk puncak musim kemarau, kemungkinan terjadi sampai akhir tahun," ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan data ada dua desa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Yakni Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban dan Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir.

Secara rinci, jumlah warga yang terdampak di Desa Kalidawe mencapai 700 jiwa. Sedangkan warga yang kesulitan air bersih di Desa Rejosari mencapai 188 jiwa.

"Kami sudah menyalurkan air bersih kepada dua desa tersebut. Untuk Desa Kalidawe kami droping 10.000 liter dan Desa Rejosari 5.000 liter air bersih," terangnya.

Baca juga:
Dinkes Tulungagung Rujuk Pengungsi Rohingnya yang Mengidap Skizofrenia

Disisi lain, ada sembilan desa yang mengajukan bantuan tandon air kepada BPBD Tulungagung. Diantaranya, Desa Kradinan, Tenggarejo, Kresikan, Jengglungharjo, Pakisrejo, Ngepoh, Ngrejo dan Tanggunggunung.

"Total ada 17 tandon air yang sudah kami salurkan kepada masyarakat. Tandon digunakan sebagai antisipasi bencana kekeringan. Sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan masyarakat untuk menampung air bersih," jelasnya.

Fairuz menambahkan, apabila mengacu pada prakiraan BMKG musim kemarau akan terjadi sepanjang tahun 2026. Sehingga membuat beberapa wilayah berpotensi mengalami bencana kekeringan.

Baca juga:
Plt Bupati Tulungagung Minta Dewan Perwakilan Anak Aktif Jadi Pelopor

"Kemungkinan sampai akhir tahun masih mengalami kemarau. Tapi kami berharap tidak terjadi bencana kekeringan ekstrem di Tulungagung," pungkasnya.