Pixel Code jatimnow.com

Atasi Tantangan Geografis, Guru Besar ITS Merancang Teknologi Otonom

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Profesor Ari Santoso sedang memasang peralatan sistem kendaraan otonom autonomous underwater vehicle (AUV) yang dirancangnya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Profesor Ari Santoso sedang memasang peralatan sistem kendaraan otonom autonomous underwater vehicle (AUV) yang dirancangnya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Luasnya wilayah kepulauan Indonesia kerap menyisakan celah pada sektor pengawasan, keselamatan pelayaran, hingga pemeliharaan infrastruktur bawah laut. Menjawab tantangan geografis tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Profesor Ari Santoso merancang ekosistem kendaraan otonom yang mengintegrasikan wilayah permukaan laut, bawah laut, dan udara.

Sistem ini menggabungkan tiga tipe wahana tanpa awak: Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Unmanned Surface Vehicle (USV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Ketiga moda ini dirancang bekerja secara sinkron menggunakan kecerdasan buatan, sensor canggih, serta ilmu aerodinamika dan hidrodinamika.

Langkah ini menyasar perbaikan efisiensi inspeksi pipa dan kabel bawah laut, mitigasi bencana, hingga pemantauan sumber daya maritim yang selama ini berbiaya tinggi dan berisiko tinggi bagi personil manusia.

"Laut Indonesia bukan sekadar batas wilayah, melainkan ruang ekonomi, energi, data, inovasi, dan kedaulatan," ujar Ari, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-256 ITS di Surabaya.

Baca juga:
Inovasi Cerobong Surya ITS Tawarkan Solusi Murah Transisi Energi Bersih

Dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut menjelaskan bahwa efektivitas navigasi wahana ini bertumpu pada skema siklus tertutup (closed-loop system). Pengendalian berulang ini mengolah data sensor secara real-time untuk memahami kondisi lingkungan, menentukan jalur secara mandiri, serta mengoreksi stabilitas gerakan saat menghadapi gangguan arus laut atau angin.

Pembagian tugas antarwahana dibuat spesifik. AUV bertugas menyelam untuk memetakan terumbu karang serta menginspeksi jaringan kabel dan pipa bawah laut.

Baca juga:
Risma Bagikan Pengalaman Bangun Surabaya di Hadapan Ribuan Maba ITS

Di permukaan, USV berperan sebagai hub komunikasi sekaligus stasiun pemantau air. Sementara itu, UAV mengawasi area dari udara untuk memperluas cakupan visual secara cepat.

Pengembangan teknologi otonom terintegrasi ini menjadi pijakan penting bagi kemandirian teknologi nasional, khususnya dalam mengamankan alur laut dan infrastruktur strategis di daerah terluar.