jatimnow.com – Ajang pembinaan pesepak bola usia muda, Soekarno Cup 2026, mendapat apresiasi tinggi dari dua legenda sepak bola Indonesia, Anang Ma'ruf dan Yusuf Ekodono. Keduanya menilai turnamen ini merupakan wadah krusial untuk menjaring talenta-talenta muda dari akar rumput yang kelak berpotensi menjadi tulang punggung Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Coach Yusuf Ekodono memuji komitmen dan konsistensi penyelenggaraan Soekarno Cup yang kini telah memasuki edisi ketiga, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta dan Bali. Menurutnya, turnamen ini memberi ruang berharga bagi pemain muda daerah yang kerap luput dari pantauan kompetisi resmi seperti Piala Soeratin atau Elite Pro Academy (EPA).
"Dengan adanya event Soekarno Cup ini, mudah-mudahan anak-anak dari pelosok tanah air, dari desa dan kampung-kampung bisa bermunculan untuk menjadi pemain besar di Indonesia," ujar Yusuf Ekodono di Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Melihat antusiasme para peserta, Yusuf bahkan turut bernostalgia mengingat perjalanan karier kedua putranya, Fandi Eko Utomo dan Subo Seto. Keduanya berhasil menembus kasta tertinggi Liga 1 Indonesia setelah ditempa melalui berbagai turnamen usia muda, turnamen pelajar, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Senada dengan Yusuf, Coach Anang Ma'ruf merasa terhormat dapat bergabung memantau langsung potensi anak-anak muda di Soekarno Cup 2026. Ia menganggap pembinaan usia muda adalah fondasi sekaligus investasi paling vital bagi dunia kulit bundar Tanah Air.
Baca juga:
Dari Papua hingga Sumut, Soekarno Cup 2026 Satukan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
"Saya melihat potensinya bagus sekali. Di samping kita memang mencari talenta dan bakat muda, ke depannya kita berharap dari sini akan bermunculan lagi pemain-pemain yang bisa mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia," tegas Anang Ma'ruf.
Apresiasi dari para legenda ini sejalan dengan visi penyelenggara. Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jatim, MH. Said Abdullah, menegaskan bahwa Soekarno Cup 2026 dirancang bukan sekadar ajang perebutan piala antar-provinsi. Turnamen ini diklaim sebagai wujud sumbangsih nyata partai dalam memajukan sepak bola nasional.
"Kami memberikan wadah bagi talenta muda kaum sandal jepit, kaum cilik, agar punya panggung dan tempat. Melalui sepak bola, kita ingin mendidik talenta muda ini agar tidak hanya memiliki skill, tetapi juga menjadi penggerak persatuan bangsa yang berkarakter," papar Said Abdullah.
Baca juga:
Soroti Menguatnya Oligarki, Rocky Gerung Tantang PDIP Kembalikan Kekuatan Ideologi Pancasila
Menjelang pertandingan bergulir, baik Said Abdullah maupun kedua legenda sepak bola tersebut kompak menitipkan satu pesan penting kepada seluruh peserta, menjunjung tinggi sportivitas dan nilai kekeluargaan.
Meskipun para peserta datang dari berbagai provinsi dengan karakter permainan yang berbeda-beda, sportivitas di atas lapangan adalah harga mati.