Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Anak TK di Kediri Belajar Lingkungan dan Menabung Lewat Lomba Mewarnai

Editor : Yanuar D  
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kegiatan lomba mewarnai di Taman Brantas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam kegiatan lomba mewarnai di Taman Brantas. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) mengajak anak-anak belajar lingkungan dan menabung melalui lomba mewarnai di Taman Brantas, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung.

Pesan tentang lingkungan disisipkan melalui gambar yang harus diwarnai peserta. Gambar tersebut menampilkan aktivitas membuang sampah hingga pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, pengenalan kepedulian terhadap lingkungan penting dilakukan sejak anak-anak masih berada di usia dini. Menurutnya, pemahaman tersebut diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan lomba, tetapi terbawa dalam kebiasaan sehari-hari.

“Ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi anak-anak, khususnya kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Mbak Vinanda.

Menurut Mbak Vinanda, tema lomba sengaja dibuat dekat dengan keseharian anak agar lebih mudah dipahami. Ia pun sempat berkeliling melihat hasil karya peserta dan menanyakan gambar yang mereka buat.

“Rata-rata mereka paham. Ini gambarnya apa? Gambarnya adalah orang membuang sampah,” katanya.

Tak hanya soal lingkungan, anak-anak juga dikenalkan dengan kebiasaan menyisihkan uang sejak dini. Pemkot Kediri menggandeng perbankan dalam kegiatan tersebut untuk memperkenalkan budaya menabung kepada para peserta.

Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, edukasi lingkungan dan kebiasaan menabung dapat berjalan beriringan. Sampah yang sudah dipilah, terutama sampah anorganik, bisa memiliki nilai jual melalui bank sampah.

Baca juga:
Melihat Pasar Rakyat di GOR Jayabaya Kediri, Street Food hingga Pesta Kembang Api

“Sampah dari rumah tangga, industri, ataupun lainnya ternyata punya nilai ekonomis. Sampah yang dipilah antara organik dan anorganik bisa dijual ke bank sampah dan menghasilkan uang yang kemudian dapat ditabung di bank,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari momentum Hari Indonesia Menabung yang berlangsung selama Agustus. Anak-anak diperkenalkan dengan produk Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai salah satu sarana membangun kebiasaan menabung.

Peserta dapat membuka rekening SimPel di Bank Jatim maupun BPR Jatim. Dalam kegiatan tersebut, pembukaan rekening diberikan secara gratis, termasuk biaya administrasinya.

“Ini untuk membiasakan anak-anak disiplin mulai menabung dari yang kecil,” katanya.

Baca juga:
Menilik Crossing Drainase dalam Revitalisasi Pedestrian Panglima Sudirman Kediri

Menurut Ismirani, kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Anak-anak bisa diajak menentukan sesuatu yang ingin diwujudkan, kemudian menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.

“Mulai dari yang kecil dulu. Misalnya ingin punya sepeda, mulai menabung dan menyisihkan uang dari orang tua untuk membantu mewujudkan mimpi mereka,” ujarnya.