Pixel Code jatimnow.com

DPP GSNI Resmi Dikukuhkan, Bawa Semangat “GSNI New Generation”

Editor : Ali Masduki  
DPP GSNI resmi dikukuhkan di UGM, Yogyakarta. (Foto: Bintang Putra for jatimnow.com)
DPP GSNI resmi dikukuhkan di UGM, Yogyakarta. (Foto: Bintang Putra for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPP GSNI) resmi mengukuhkan kepengurusan baru di Kagama Guesthouse, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi momentum GSNI memperkenalkan arah baru organisasi melalui gagasan “GSNI New Generation: Menuju Pelajar Pelopor, Pelajar Berdaulat, Kreatif dan Inovatif.” Organisasi pelajar itu ingin mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi peserta dalam perubahan, tetapi turut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Ketua Umum DPP GSNI M. Fadil Tegar Syafian mengatakan kepengurusan baru membawa tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa sekaligus memperkuat posisi pelajar sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.

“Hari ini kita tidak sekadar menyaksikan sebuah pelantikan, tetapi lahirnya sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk menjaga masa depan generasi muda dan memastikan bahwa pelajar Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah bangsanya,” ujar Fadil.

Menurut dia, GSNI New Generation tidak dimaknai sebagai pergantian kepengurusan semata. Gagasan itu diarahkan sebagai perubahan cara pandang dalam membangun gerakan pelajar yang kritis, berani menyampaikan pendapat, kreatif, dan mampu menghadapi derasnya arus informasi.

GSNI juga ingin membangun ruang bagi pelajar untuk memiliki kedaulatan berpikir serta keberanian mengambil inisiatif.

“Kita ingin melahirkan pelajar pelopor yang tidak menunggu perubahan datang, tetapi berani memulai. Tidak hanya mengejar nilai dan prestasi, tetapi juga membangun karakter agar menjadi manusia yang berguna,” kata Fadil.

Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Indonesia, GSNI menjadikan momentum tersebut untuk menyoroti persoalan pemerataan pendidikan. Fadil menilai kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas masih belum dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar.

Persoalan itu, menurut dia, mencakup keterbatasan fasilitas, akses terhadap teknologi, hingga kondisi ekonomi keluarga yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.

Baca juga:
Kongres Nasional IV GSNI di Surabaya Jadi Arena Konsolidasi Pelajar Nasionalis

Berpijak pada nilai kerakyatan dan Marhaenisme, Fadil menegaskan pembangunan pendidikan harus menjangkau kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses.

“Pendidikan bukan hadiah bagi mereka yang beruntung. Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa. Tidak boleh ada cita-cita yang mati hanya karena seseorang lahir dari keluarga sederhana,” tegasnya.

Selain pemerataan akses pendidikan, GSNI menempatkan perlindungan pelajar dari kekerasan sebagai bagian dari agenda organisasi. Sekolah dinilai harus menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter.

“Bullying bukan budaya. Merendahkan teman bukan cara membangun mental. Kekerasan bukan pendidikan,” ujar Fadil.

Ia menegaskan GSNI tidak ingin menjadikan GSNI New Generation sebatas slogan organisasi. Para kader didorong menerjemahkan gagasan tersebut melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat “Dari sekolah untuk Indonesia, dari pelajar untuk rakyat,” GSNI menargetkan pelajar memiliki peran lebih besar dalam pendidikan, pengembangan karakter, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pengukuhan DPP GSNI di Yogyakarta sekaligus menjadi penanda dimulainya fase baru organisasi untuk membangun gerakan pelajar yang kritis, kreatif, berdaulat, dan responsif terhadap persoalan sosial di Indonesia.

Penulis: Bintang Putra