jatimnow.com - Komisi X DPR RI mendorong penguatan ekosistem literasi di Jawa Timur dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan. Upaya tersebut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penambahan koleksi buku dan pembangunan fasilitas.
Dorongan itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Perpustakaan/Literasi Komisi X DPR RI ke Jawa Timur pada 20-22 Agustus 2026.
Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies mengatakan, perpustakaan perlu bertransformasi menjadi ruang belajar yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
"Perpustakaan harus kita dorong menjadi ruang belajar masyarakat. Bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga membangun kecakapan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan masyarakat dalam mengakses dan mengolah informasi," kata Adela.
Menurut dia, pembangunan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, penulis, hingga penerbit.
Persoalan literasi, kata Adela, tidak berhenti pada ketersediaan bahan bacaan. Kompetensi tenaga perpustakaan, mutu layanan, jangkauan akses, serta keberlanjutan program juga menentukan seberapa besar manfaat perpustakaan bagi masyarakat.
"Jangan sampai kita hanya berbicara tentang gedung perpustakaan atau jumlah koleksi. Yang lebih penting adalah bagaimana perpustakaan itu benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya.
Dalam dokumen TOR kunjungan kerja, Jawa Timur tercatat memiliki Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) sebesar 77,15 pada 2024. Angka itu menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga secara nasional.
Namun, pada 2025 Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tercatat 56,29.
Baca juga:
Mengapa Kuota 30 Persen Perempuan di DPR RI Sulit Tercapai? Pakar Ungkap Penyebabnya
Adela menilai perbedaan capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Tingginya minat membaca perlu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Angka-angka ini harus kita lihat secara utuh. Kita ingin masyarakat bukan hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup," katanya.
Komisi X juga menyoroti pemerataan layanan perpustakaan bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses. Perhatian diarahkan, antara lain, kepada warga di wilayah 3T, kawasan pesisir, desa, serta kelompok masyarakat yang belum memperoleh layanan literasi secara optimal.
Dalam kunjungan kerja itu, Komisi X menggali persoalan yang dihadapi perpustakaan daerah. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi anggaran, sarana dan prasarana, ketersediaan koleksi, sumber daya manusia, kualitas layanan, hingga jangkauan perpustakaan kepada masyarakat.
Baca juga:
Adela Kanasya Adies Pastikan Program Kerakyatan Adies Kadir Berlanjut
Adela mengatakan, temuan dan masukan dari Jawa Timur akan menjadi bahan bagi Komisi X dalam mengevaluasi kebijakan pembangunan literasi nasional.
"Kami ingin mendapatkan gambaran faktual dari daerah. Dari sana kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, dan dukungan kebijakan seperti apa yang dibutuhkan," ujarnya.
Ia berharap koordinasi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat agar pembangunan literasi tidak berjalan secara terpisah.
"Literasi adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kebijakan dan anggarannya harus dipastikan mampu menjangkau masyarakat secara lebih merata," pungkas Adela.
URL : https://jatimnow.com/baca-86922-komisi-x-dpr-dorong-pemerataan-akses-literasi-di-jawa-timur