jatimnow.com - Sebanyak 550 pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA meramaikan Kediri Student Athletics Competition (KSAC) 2026 yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kediri di Stadion Canda Bhirawa Pare, Senin (24/8/2026).
Jumlah peserta tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Selain menjadi ajang kompetisi, KSAC 2026 juga dimanfaatkan PASI Kabupaten Kediri untuk memetakan potensi atlet muda sekaligus mencari bibit atlet yang diproyeksikan memperkuat Kabupaten Kediri pada ajang olahraga di tingkat daerah hingga provinsi.
Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) PASI Kediri, Erfin Fatoni, mengatakan KSAC 2026 merupakan penyelenggaraan kedua di Kabupaten Kediri. Tingginya jumlah peserta tahun ini menunjukkan antusiasme pelajar terhadap cabang olahraga atletik semakin meningkat.
“Agenda KSAC tahun ini adalah event KSAC kedua di Kabupaten Kediri. Alhamdulillah, tahun ini peminatnya naik signifikan dibandingkan tahun 2022 kemarin,” ujarnya.
Menurut Erfin, KSAC 2026 juga menjadi salah satu sarana seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Ngawi pada November mendatang.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang membagi peserta berdasarkan jenjang pendidikan, tahun ini PASI menggunakan sistem kelompok umur. Sistem tersebut dinilai lebih efektif untuk memetakan kemampuan dan potensi atlet sesuai kategori usianya.
“Tahun ini kita fokus pada kelompok umur. Tahun kemarin kita batasi SD, SMP, SMA, tapi tahun ini kita bagi dalam kelompok umur. Misalnya ada anak usia 12 tahun, bisa saja dia masih SD kelas 6 atau sudah SMP,” jelasnya.
KSAC 2026 mempertandingkan sejumlah nomor atletik, meliputi nomor lintasan, lompat dan lempar. Untuk nomor lintasan, peserta bersaing pada nomor lari 60 meter, 80 meter, 100 meter, 400 meter hingga 5.000 meter.
PASI Kabupaten Kediri selanjutnya akan memantau catatan waktu para peserta. Atlet yang mampu memenuhi limit yang ditentukan akan dipertimbangkan untuk memperkuat Kabupaten Kediri pada Popda di Ngawi.
Tak berhenti di Popda, para peraih posisi tiga besar juga akan kembali dipantau berdasarkan catatan waktunya. Atlet dengan catatan yang memenuhi standar berpeluang diproyeksikan mengikuti kejuaraan atletik tingkat Jawa Timur, termasuk Jatim Open.
“Apabila limit waktunya bisa memenuhi, akan kita berangkatkan ke Popda bulan November di Ngawi. Selain itu, peringkat satu, dua dan tiga akan kita cek lagi limit waktunya. Kita coba ikutkan seperti tahun kemarin di Jatim Open,” ujarnya.
Lebih jauh, Erfin menegaskan bahwa KSAC merupakan bagian dari program pembibitan atlet jangka panjang yang dijalankan PASI Kabupaten Kediri. Salah satu fokus utamanya adalah membangun database atlet atletik dari berbagai kelompok usia di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
“Karena kebutuhan kami saat ini adalah database atlet atletik di wilayah Kabupaten Kediri. Ini yang menjadi fokus prioritas kami,” terangnya.
Baca juga:
Dwi Nur Halimah Rebut Emas Kejurnas Muaythai, Satu-satunya Wakil Kediri
Database tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dengan pemetaan yang lebih baik, PASI dapat mengetahui potensi atlet sejak usia dini dan memberikan pembinaan sesuai kebutuhan serta jenjang prestasinya.
Target jangka panjangnya adalah menyiapkan atlet-atlet potensial untuk memperkuat Kabupaten Kediri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029, yang diharapkan dapat berlangsung di wilayah Kediri Raya.
“Harapan ke depan sebenarnya kami ingin punya database sebanyak-banyaknya atlet di Kabupaten Kediri. Sehingga nanti di event-event level Jawa Timur atau nasional kita tidak sulit lagi untuk mengirimkan wakil Kabupaten Kediri dan semoga bisa meraih hasil yang terbaik,” harap Erfin.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengapresiasi penyelenggaraan KSAC 2026. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 550 orang menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap cabang olahraga atletik.
“Kami dari KONI Kabupaten Kediri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PASI Kabupaten Kediri atas diselenggarakannya kegiatan KSAC 2026,” ujarnya.
Hakim berharap KSAC tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan yang melahirkan atlet-atlet potensial untuk Kabupaten Kediri.
Baca juga:
KONI Kabupaten Kediri Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Porprov Jatim 2027
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas olahraga, khususnya sarana atletik. KONI Kabupaten Kediri, kata Hakim, telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait rencana renovasi Lapangan Canda Bhirawa agar fasilitas tersebut dapat semakin menunjang kebutuhan atlet dan pelatih.
“Kita sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk Lapangan Canda Bhirawa ini. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada renovasi yang nantinya bisa digunakan oleh para atlet dan pelatih atletik yang ada di Kabupaten Kediri,” terang Hakim.
Menurutnya, potensi atletik di Kabupaten Kediri cukup menjanjikan. Sejumlah catatan waktu yang ditorehkan peserta KSAC 2026 dinilai memiliki prospek untuk terus dikembangkan melalui pembinaan jangka panjang.
“Karena termasuk olahraga terukur, jadi tidak bisa instan,” tegasnya.
Hakim berharap KSAC dapat digelar secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, pembinaan atletik di Kabupaten Kediri memiliki wadah yang konsisten, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi atlet muda untuk berkembang dan menorehkan prestasi.
“Harapannya semoga kegiatan ini tidak hanya di tahun ini saja. Ini bisa menjadi kegiatan tahunan sehingga ada pembinaan yang berkelanjutan dan ada wadah bagi atlet, terutama atletik, untuk berkembang serta mendapatkan pembinaan dari pelatih,” pungkasnya.