jatimnow.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung mencatat realisasi investasi di Tulungagung mengalami kenaikan cukup signifikan pada Semeter I tahun 2026. Bahkan target investasi tahun ini telah tercapai. Penyumbang investasi terbesar berasal dari sektor UMKM.
Kepala DPMPTSP Tulungagung Imroatul Mufidah mengatakan, pada tahun 2026 target investasi yang harus dicapai diangka Rp545 miliar. Namun hingga Semester I realisasi investasi telah melebihi target diangka Rp652 miliar.
"Sampai Semester I investasi sudah Rp652 miliar. Sehingga target investasi akan dinaikan menjadi Rp680 miliar pada Perubahan APBD 2026," ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan data DPMPTSP, penyumbang investasi terbesar di Tulungagung berasal dari sektor UMKM. Selain itu realisasi investasi juga dibantu dengan keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP) Tulungagung
Baca juga:
Asyik Tidur di Masjid, Pria Asal Jakarta Ditangkap Polisi Tulungagung
"Keberadaan MPP juga menjadi komitmen pemerintah untuk mempermudah izin usaha di Tulungagung," terangnya.
Terdapat 16 instansi vertikal dan 20 OPD Pemkab Tulungagung yang memberikan pelayanan di MPP. Sebanyak 106 jenis pelayanan tersedia. Pelayanan yang tersedia di MPP ini diyakini mendongkrak nilai investasi di Tulungagung. Salah satunya layanan yang banyak diminati adalah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi pelaku UMKM dengan modal di bawah Rp1 miliar akan dipermudah dalam proses izin.
Baca juga:
Bendung Ambrol, Lima Desa di Tulungagung Terancam Kekurangan Air Irigasi
"Jika seluruh persyaratan terpenuhi, NIB bisa langsung terbit. Prosesnya tidak sampai satu jam," pungkasnya.