jatimnow.com - Lonjakan penumpang di Terminal Purabaya, Sidoarjo mengalami peningkatan. Lonjakan ini terjadi di tengah pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Juanda yang membuat sebagian calon penumpang memilih melanjutkan perjalanannya menggunakan jalur darat salah satu nya Bus.
Pengawas Terminal Purabaya, Feri Sugiarto, juga membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang yang terjadi mulai Senin.
Ia menyebut kondisi tersebut jauh berbeda dibanding hari biasa, ketika hari biasa jumlah penumpang yang menggunakan layanan bus cenderung lebih rendah.
"Hari ini memang terjadi pelonjakan penumpang. Kalau hari biasa banyak kursi yang kosong, tetapi hari ini meningkat cukup signifikan," ujar Feri, Selasa (8/9/2026)
Menurut Feri, peningkatan paling terlihat pada bus dengan tujuan Depok dan Jakarta. Ia memperkirakan jumlah penumpang pada Senin ini mengalami peningkatan hingga sekitar 75 persen dibanding hari biasa.
"Terutama arah Depok dan Jakarta. Untuk peningkatannya hari ini bisa sampai 75 persen," jelasnya.
Peningkatan mobilitas melalui jalur darat ini terjadi bersamaan dengan terganggunya penerbangan di Bandara Juanda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga:
8 Orang Ditunggu Pulang: Mereka Mendekat agar Kita Bisa Melihat
Kondisi itu membuat sejumlah calon penumpang yang sebelumnya berencana bepergian menggunakan pesawat harus mencari alternatif transportasi.
Salah satunya Eri, seorang penumpang yang memilih menggunakan bus setelah rencana perjalanannya melalui udara mengalami pembatalan.
Ia kemudian mempertimbangkan jalur darat karena Terminal Purabaya dinilai menjadi salah satu akses transportasi yang paling dekat dari Bandara Juanda.
"Awalnya saya mau menggunakan pesawat, tetapi ada pembatalan. Akhirnya saya memilih naik bus karena Terminal Purabaya lokasinya paling dekat dari Juanda," kata Eri.
Baca juga:
Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari
Kondisi ini turut meningkatkan aktivitas penumpang di Terminal Purabaya, terutama pada layanan bus. Jalur darat menjadi alternatif bagi calon penumpang yang harus mengubah rencana perjalanan setelah penerbangan mereka mengalami pembatalan.
Reporter: Nur Ifansyah