Pixel Code jatimnow.com

Pelindo Siapkan Pos Pantau dan Buffer Area Atasi Kepadatan Truk di Tanjung Perak

Editor : Yanuar D   Reporter : Sujianto
Pelindo mengoperasikan Pos Pantau Lalu Lintas di Jalan Perak Barat. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)
Pelindo mengoperasikan Pos Pantau Lalu Lintas di Jalan Perak Barat. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pergerakan ratusan truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa. Untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus logistik, Pelindo mengoperasikan Pos Pantau Lalu Lintas di Jalan Perak Barat, Selasa (6/10/2026).

Pos pantau yang berada di kawasan bekas area depan BJTI tersebut menjadi titik koordinasi pengawasan lalu lintas kendaraan, khususnya truk logistik dan kendaraan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang keluar masuk kawasan pelabuhan.

Langkah ini dilakukan menyusul tingginya aktivitas kapal dan kendaraan di Tanjung Perak. Dalam kondisi tertentu, dua kapal Ro-Ro yang melakukan bongkar muat secara bersamaan dapat memicu pergerakan hingga sekitar 200 truk menuju area gate.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pengaturan arus yang lebih ketat agar antrean kendaraan tidak meluas dan mengganggu aktivitas pengguna jalan maupun operasional pelabuhan.

Sub Regional Head Jawa PT Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pos pantau merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan.

“Dengan jadwal kapal yang padat seperti ketika dua kapal Ro-Ro melakukan bongkar muat secara bersamaan yang memicu pergerakan hingga 200 unit truk menuju area gate, kebutuhan akan penataan arus dan mitigasi kemacetan menjadi sangat vital,” kata Purwanto.

Menurut dia, kepadatan kendaraan di lapangan tidak hanya dipengaruhi tingginya arus truk. Penumpukan juga dapat terjadi akibat perubahan jadwal sandar kapal hingga kendala administratif terkait tiket kendaraan.

Karena itu, pengawasan di pos pantau melibatkan personel gabungan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Port Security Pelindo.

Baca juga:
Pelabuhan Tanjung Perak Siagakan Posko Terkait Hilangnya KM Virgo Transport 8

Selain pos pantau, Pelindo menyiapkan Buffer Area di bekas Kantor BJTI. Area tersebut difungsikan sebagai tempat transit kendaraan sebelum truk memasuki dermaga atau naik ke kapal.

Dengan pola tersebut, kendaraan yang belum memasuki jadwal gate-in tidak langsung menumpuk di akses jalan pelabuhan. Pengemudi diarahkan menunggu di area penyangga hingga waktunya masuk ke kawasan dermaga.

Pelindo juga menyediakan fasilitas pendukung bagi para sopir truk. Di sekitar buffer area terdapat Kantin Lastari yang dilengkapi toilet dan sentra pedagang kaki lima untuk tempat beristirahat.

“Pos pantau ini menjadi pusat koordinasi tanggap lintas instansi. Melalui penyiagaan personel Satlantas dan Port Security, serta didukung keberadaan Buffer Area dan Kantin Lastari sebagai area rehat sopir, kami optimistis penataan arus lalu lintas di Tanjung Perak akan semakin efektif dan terintegrasi,” ujarnya.

Baca juga:
Bisnis Terminal Nonpetikemas Menguat, Throughput PTP Naik 17,85 Persen

Peresmian pos pantau ditandai dengan pemotongan tumpeng dan dihadiri sejumlah stakeholder, di antaranya KSOP Utama Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Forum Komunitas Pengguna Ro-Ro (FKPR), serta jajaran manajemen Pelindo Group.

Pelindo berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya mengurangi potensi kemacetan di dalam kawasan pelabuhan, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan logistik melalui Tanjung Perak.

Pengaturan arus kendaraan menjadi semakin penting seiring tingginya aktivitas angkutan barang di kawasan pelabuhan. Kelancaran pergerakan truk turut menentukan efisiensi rantai distribusi logistik.