Pixel Code jatimnow.com

Membatik Massal, Ribuan Santri Ponpes Lirboyo Kediri Catatkan Rekor MURI

Editor : Bramanta   Reporter : Yanuar Dedy
Santri Ponpes Lirboyo Kediri saat membatik. (Foto: Ponpes Lirboyo for jatimnow.com)
Santri Ponpes Lirboyo Kediri saat membatik. (Foto: Ponpes Lirboyo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan santri Ponpes Lirboyo Kediri mengikuti kegiatan membatik massal dalam rangkaian Festival Santri Nusantara 2026. Kegiatan membatik massal ini sekaligus menjadi momentum penting karena 10.000 santri Lirboyo berhasil memecahkan Rekor MURI dalam kegiatan membatik secara serentak.

‎Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Adibus Sholeh Anwar mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus untuk memecahkan Rekor MURI dalam kegiatan membatik secara serentak.

‎”Bagi Pondok Pesantren Lirboyo, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memecahkan rekor, namun membatik juga dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkan kembali jejak tradisi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Lirboyo,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

‎Tradisi membatik bukan sesuatu yang asing bagi lingkungan Ponpes Lirboyo. ‎Bahkan para istri pendiri Ponpes ini dahulu berprofesi sebagai pembatik. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kegiatan membatik massal kali ini dinilai memiliki keterkaitan dengan sejarah pesantren. Dalam kegiatan tersebut, para santri menggunakan desain batik khusus yang telah disiapkan untuk Lirboyo. Motif tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu ciri khas yang melekat dengan lingkungan pesantren.

‎“Ketika hari ini santri Lirboyo membatik, kita punya sanad jalur yang jelas, kita punya keteladanan yang jelas, sehingga kita bersemangat lagi untuk melestarikan budaya batik ini,” katanya.

‎Gus Adibus menambahkan, kegiatan membatik juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, keterampilan tersebut berpotensi menjadi bekal ekonomi bagi para santri setelah kembali ke daerah masing-masing. Ia mencontohkan sejumlah santri Lirboyo berasal dari Pekalongan yang telah akrab dengan dunia batik dan sebagian di antaranya menjalankan usaha di bidang tersebut.

Baca juga:
Tak Dapat Menyelamatkan Diri, Lansia di Kediri Tewas Saat Rumahnya Terbakar

“Harapannya ini juga menjadi semacam rezeki untuk mereka ketika nanti di rumah,” tuturnya.

‎Sementara itu, Senior Representative MURI, Sri Widayati, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut ternyata melampaui target awal. Setelah dilakukan verifikasi, terdapat 10.476 santri yang membatik secara serentak.

“Setelah kami verifikasi hari ini, ternyata tidak hanya 10.000, namun ada 10.476 santri yang membatik secara serentak,” tuturnya.

Baca juga:
Lapas Kediri Gelar Razia Kamar Warga Binaan, Ini Hasilnya

‎Capaian tersebut menjadi rekor pertama untuk kategori santri membatik dengan jumlah peserta sebanyak itu. MURI kemudian mengukuhkannya bukan hanya sebagai rekor nasional, tetapi sebagai Rekor Dunia dengan nomor 12.591.

‎“Ini adalah catatan rekor pertama para santri membatik dengan capaian jumlah yang tinggi. Oleh Ketua Umum MURI, rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun dikukuhkan sebagai rekor dunia dengan nomor rekor 12.591,” pungkasnya.