jatimnow.com - Provinsi Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Produksi padi di provinsi ini tercatat meningkat 12,6 persen sepanjang 2025, seiring dengan upaya penguatan sektor pertanian dan dukungan pemerintah pusat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan sektor pertanian, perkebunan, hingga peternakan di Jawa Timur. Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah saat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
Khofifah mengatakan, dukungan Kementerian Pertanian memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Terima kasih, Pak Menteri, sudah bisa hadir. Perhatian Pak Menteri dan support-nya sangat banyak untuk sektor peternakan, perkebunan, dan pertanian di Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh jajaran dan tim beliau,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga perlu diarahkan untuk membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan. Jawa Timur terus mengembangkan potensi lokal dan mendorong keterlibatan petani muda dalam ekosistem pertanian. Khofifah menyebut program Jatim Agro menjadi salah satu upaya untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
"Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian," tuturnya.
Baca juga:
Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Khofifah Pamer Sejumlah Capaian
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan Khofifah, produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 9,27 juta ton GKG.
Selain itu, BPS memproyeksikan produksi padi Jawa Timur pada Januari-November 2026 mencapai 10,24 juta ton GKG. Jumlah tersebut diperkirakan tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian melalui perlindungan sumber daya alam. Menurutnya, ketersediaan air dan kesuburan tanah perlu menjadi perhatian agar peningkatan produksi pangan dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan generasi mendatang.
Baca juga:
Kuliner Gratis Warnai Perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gedung Grahadi
Mantan Menteri Sosial ini menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan.
"Sinergi diharapkan dapat menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan Indonesia," pungkasnya.