jatimnow.com - Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat menunjukkan dinamika yang cukup signifikan di berbagai daerah. Sejumlah komoditas utama seperti beras medium, gula, hingga cabai terpantau mengalami variasi harga yang mencolok di tingkat kabupaten dan kota, yang dipicu oleh faktor distribusi serta ketersediaan stok lokal.
Dalam laporan data harga konsumen komoditas beras medium per kilogram, tercatat adanya rentang harga yang cukup lebar antarwilayah jika dibandingkan dengan rata-rata harga tingkat provinsi yang berada di angka kisaran Rp12.958 per kilogram. Kabupaten Jombang tercatat menduduki posisi harga tertinggi untuk komoditas beras medium dengan menyentuh angka Rp14.000 per kilogram.
Sejumlah daerah lain seperti Kota Madiun dan Kota Batu menyusul dengan kisaran harga masing-masing di angka Rp13.666 dan Rp13.600 per kilogram. Sementara itu, beberapa wilayah seperti Kabupaten Tuban, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Bojonegoro melaporkan harga stabil di kisaran Rp13.500 per kilogram. Di sisi lain, terdapat sejumlah kabupaten yang mencatatkan harga di bawah rata-rata provinsi, seperti Kabupaten Jember di kisaran Rp12.060 per kilogram dan Kabupaten Lumajang yang mencatatkan angka Rp11.700 per kilogram.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini: Suhu Tembus Hingga 36 Derajat Celcius
Disparitas harga antar-kabupaten ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya jalur distribusi dan biaya transportasi di mana wilayah yang berada jauh dari pusat lumbung pangan atau kawasan perkotaan besar sering kali harus menanggung biaya angkut yang lebih tinggi, sehingga berdampak langsung pada lonjakan harga di tingkat pedagang eceran pasar tradisional. Selain itu, ketersediaan stok lokal juga memegang peranan penting karena daerah yang mengalami defisit produksi pangan lokal cenderung bergantung pada pasokan dari luar daerah atau kabupaten tetangga, di mana ketika pasokan tersendat, hukum pasar pun berlaku sehingga harga terkerek naik secara otomatis. Dinamika permintaan pasar turut memengaruhi fluktuasi harian akibat tingkat kebutuhan masyarakat yang dinamis di setiap wilayah administratif yang kerap tidak sebanding dengan volume pasokan masuk harian.
Baca juga:
Kuliner Gratis Warnai Perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gedung Grahadi
Pemerintah daerah bersama dinas terkait diimbau untuk terus memantau pergerakan harga ini secara berkala guna mengantisipasi lonjakan inflasi daerah serta memastikan stabilitas pasokan bahan pokok tetap terjaga bagi masyarakat luas di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
URL : https://jatimnow.com/baca-88253-update-harga-sembako-di-jawa-timur-beras-di-lumajang-termurah