Pixel Code jatimnow.com

Mahasiswa Unisda Lamongan Didorong Jadi Aktor Transformasi Pendidikan

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Kuliah umum Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan menghadirkan Staf Khusus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Achmad Maulani, sebagai pemateri. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kuliah umum Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan menghadirkan Staf Khusus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Achmad Maulani, sebagai pemateri. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan mendorong mahasiswa berperan aktif dalam transformasi pendidikan Islam untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) secara inklusif.

Hal itu disampaikan dalam kuliah umum Fakultas Agama Islam (FAI) Unisda bertema “Transformasi Pendidikan Islam dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan tersebut menghadirkan Staf Khusus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Achmad Maulani, sebagai pemateri utama.

Dekan FAI Unisda, Sauqi Futaqi, mengatakan mahasiswa perlu dipersiapkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Menurutnya, kuliah umum tersebut menjadi salah satu upaya mendorong mahasiswa menjadi pionir transformasi pendidikan Islam sekaligus membentuk SDM yang berintegritas, kompeten, kreatif, dan peka terhadap persoalan sosial.

Baca juga:
Ratusan Wisudawan Unisda Lamongan Bawa Semangat Pengabdian

“Penguatan kualitas akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Sementara itu, Achmad Maulani menekankan pentingnya menempatkan pendidikan Islam sebagai kekuatan strategis untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya.

“Transformasi pendidikan Islam tidak cukup dimaknai sebagai perubahan metode pembelajaran atau pengembangan kelembagaan semata, tetapi perlu diarahkan pada penguatan kapasitas manusia, pengembangan kompetensi, pembentukan karakter, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam merespons perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi,” ujarnya.

Baca juga:
Kuliah Umum Unisda Lamongan, Dorong Mahasiswa Peka pada Persoalan Masyarakat

Ia juga berpesan agar FAI Unisda konsisten menjalankan misinya dalam melahirkan lulusan yang memiliki kapasitas dan mampu berkontribusi menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Dengan demikian, pendidikan Islam dapat menjadi penghubung antara penguatan nilai-nilai keagamaan, pengembangan kualitas SDM, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” lanjutnya.