Pixel Code jatimnow.com

Kemdiktisaintek Percayakan Pelatihan Dosen PEKERTI-AA ke Untag Surabaya

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)
Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menunjuk Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sebagai penyelenggara resmi pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA). Penetapan ini semakin memperkuat peran kampus Merah Putih dalam menggembleng kualitas tenaga pendidik di Tanah Air.

Keputusan resmi tersebut tertuang dalam SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 114/B/KPT/2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026. Untag Surabaya masuk dalam jajaran 74 perguruan tinggi terpilih yang mengantongi izin menggelar pelatihan tersebut.

Kelulusan dari program ini menjadi salah satu syarat mutlak dalam proses Sertifikasi Pendidik untuk Dosen (Serdos).

Langkah ini bukan hal baru bagi Untag Surabaya. Pada periode sebelumnya, program PEKERTI di kampus ini menyedot minat para pengajar dari berbagai daerah, termasuk peserta yang datang jauh-jauh dari luar Pulau Jawa.

Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, menegaskan bahwa kepercayaan dari kementerian bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan mandat moral untuk meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.

"Menjadi penyelenggara PEKERTI dan AA bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif, melainkan ada tanggung jawab memastikan dosen mendapatkan pengalaman belajar yang benar-benar bermanfaat. Peserta datang dari latar belakang keilmuan dan budaya kampus yang beragam, sehingga materi serta pendampingan harus relevan dan bisa langsung diterapkan di kelas," ujar Harjo.

Baca juga:
Kejurda Forbasi 2026 di Untag Surabaya Sedot Ribuan Pelajar Jatim

Secara teknis, program PEKERTI berfokus pada kemampuan dasar dosen dalam merancang, mengeksekusi, hingga mengevaluasi proses belajar-mengajar.

Sementara program AA melangkah lebih jauh dengan memperdalam strategi serta pengembangan metode instruksional modern.

Sesuai standar kementerian, peserta wajib menuntaskan 42 jam pembelajaran teori secara daring serta 63 jam bimbingan tugas mandiri secara luring.

Baca juga:
FH Untag Surabaya dan UNEJ Sepakat Kerja Sama Kurikulum

Harjo menambahkan, era digital dan pergeseran karakter mahasiswa menuntut para pendidik untuk adaptif. Penguasaan materi akademik saja tidak lagi cukup jika tak diimbangi kemampuan membangun interaksi, memicu nalar kritis, serta merancang iklim belajar yang interaktif.

"Mahasiswa hari ini punya cara menyerap informasi yang sangat berbeda dengan generasi terdahulu. Ini tantangan bagi dosen agar tak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mengasah daya pikir dan pemecahan masalah. Lewat pelatihan ini, kualitas pengajaran naik dan dampaknya langsung dirasakan oleh mahasiswa di kampus asal peserta," pungkasnya.

Melalui pembukaan akses pelatihan bagi dosen dari pelbagai daerah, Untag Surabaya berkomitmen mendorong pemerataan mutu pendidik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional secara berkelanjutan.