jatimnow.com - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 mulai dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur. Selain menyiapkan dokumen keberangkatan dan pemeriksaan kesehatan jemaah, persiapan juga dilakukan untuk operasional Embarkasi Dhoho di Kediri.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mahmudi, mengatakan kuota haji Jawa Timur pada 2027 ditetapkan sebanyak 42.409 jemaah. Jumlah tersebut masih sama dengan kuota sebelumnya.
Menurutnya, proses verifikasi jemaah telah dilakukan hingga sesuai dengan kuota yang tersedia. Saat ini, persiapan administrasi berupa pengurusan paspor juga sedang berjalan, disusul tahapan pemeriksaan kesehatan untuk memperoleh surat istithaah.
“Jemaah haji sekarang harus betul-betul mempersiapkan kesehatannya. Dengan kondisi sehat, jemaah bisa mendapatkan surat istithaah sehingga dapat berangkat,” ujarnya.
Mahmudi menegaskan, istithaah kesehatan menjadi salah satu syarat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan tidak dapat diberangkatkan.
Ia mengimbau jemaah untuk menerima hasil pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan dan tidak berupaya mendapatkan surat istithaah apabila memang tidak memenuhi persyaratan.
Bagi jemaah yang tidak dapat berangkat karena alasan tersebut, Mahmudi mengingatkan bahwa porsi hajinya dapat dilimpahkan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
Embarkasi Dhoho Siapkan 10.600 Jemaah
Sementara itu, persiapan operasional Embarkasi Dhoho di Kediri juga mulai dimatangkan. Mahmudi mengatakan, pihaknya telah menyusun skema pemberangkatan jemaah yang berasal dari wilayah Kediri dan sejumlah daerah di sekitarnya.
Dari pemetaan sementara, diperkirakan sekitar 10.600 jemaah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Dhoho. Jika ditambah petugas haji, jumlah keseluruhan yang disiapkan mencapai sekitar 10.700 orang.
Sejumlah daerah yang masuk dalam skema tersebut antara lain Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Bojonegoro, dan Jombang.
Baca juga:
Bandara Dhoho Kediri Kini Dikelola Mandiri SDHI: Kami Memiliki Ruang Lebih Luas
Untuk kebutuhan akomodasi, pihaknya telah meninjau sejumlah alternatif lokasi penginapan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mess milik Gudang Garam di Kediri.
Menurut Mahmudi, lokasi tersebut dinilai cukup representatif dari sisi keamanan dan kenyamanan jemaah. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah penyesuaian dan perbaikan layanan sebelum digunakan.
“Kami melihat kondisi mess itu sangat representatif. Dari segi keamanan dan kenyamanan jemaah bisa terpenuhi, meskipun masih membutuhkan beberapa pembenahan kecil,” jelasnya.
Ia berharap persiapan akomodasi tersebut dapat segera dituntaskan sehingga mendukung kelancaran operasional Embarkasi Dhoho pada musim haji 2027.
Pelunasan Biaya Haji Menunggu Keputusan Pemerintah
Terkait pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2027, Mahmudi menyebut jadwalnya masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden serta keputusan Menteri Haji dan Umrah.
Baca juga:
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan Kediri-Jakarta Dibatalkan
Ia memperkirakan pelunasan dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah regulasi tersebut ditetapkan.
Untuk jemaah dari Embarkasi Surabaya, Mahmudi menyebut besaran biaya yang menjadi acuan sekitar Rp61,3 juta. Namun, nominal yang harus dibayarkan jemaah akan dikurangi setoran awal yang telah dibayarkan sebelumnya.
Selain itu, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp3 juta untuk membantu mengurangi beban biaya haji yang ditanggung jemaah.
Dengan persiapan administrasi, kesehatan, hingga akomodasi yang mulai berjalan, Mahmudi berharap penyelenggaraan ibadah haji 2027, termasuk melalui Embarkasi Dhoho Kediri, dapat berlangsung lancar sesuai ketentuan.