jatimnow.com - Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, secara resmi membuka Gresik Inovasi Festival (GINOFEST) 2026 yang digelar di Atrium Icon Mall.
Mengangkat tema “Budaya Menginspirasi, Ciptakan Inovasi, Gresik Siap Bertransformasi”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ruang bagi para inovator untuk menampilkan karya sekaligus memperluas kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya Edy menyampaikan bahwa penyelenggaraan GINOFEST memiliki makna lebih luas daripada sekadar memamerkan hasil kreativitas dan inovasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan masa depan daerah melalui gagasan dan terobosan yang memberikan dampak nyata.
“Seluruh kegiatan dalam GINOFEST ini bukan hanya ajang pameran semata, tetapi merupakan investasi bagi masa depan Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Edy juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan inovasi. Mulai dari jajaran pemerintahan, akademisi, perguruan tinggi, tokoh agama, hingga masyarakat luas diharapkan dapat berkontribusi sesuai peran masing-masing. Ia menekankan bahwa inovasi harus memiliki hasil yang terukur dan mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Ukuran dari inovasi ini adalah dari yang tidak ada menjadi ada, dan dari yang ada mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, memaparkan peningkatan jumlah inovasi yang berkembang di Kabupaten Gresik dalam tiga tahun terakhir.
Tercatat, jumlah inovasi yang berpartisipasi meningkat dari 88 inovasi pada 2024 menjadi 116 inovasi pada 2025. Tren positif tersebut berlanjut pada 2026 dengan total mencapai 205 inovasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 inovasi berbasis website, 57 inovasi bidang agribisnis, 27 inovasi sosial budaya, dan 48 inovasi berasal dari perangkat daerah.
Baca juga:
DPRD Gresik Sinergi dengan Kemenag Bahas Pendampingan Pengurusan IJOP Ponpes
Misbahul menjelaskan, GINOFEST menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memberikan apresiasi terhadap berbagai karya inovatif yang lahir dari beragam kalangan.
“GINOFEST menjadi wadah publikasi, promosi, dan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah, institusi pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelasnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga disampaikan perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Rosan Dastimi. Ia menilai GINOFEST dapat menjadi ruang strategis untuk membangun ekosistem inovasi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda.
Ia berpesan agar para peserta terus mengembangkan kreativitas, membangun keberanian berpikir kritis, serta menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya berkarya.
“Jadikan inovasi sebagai pemantik semangat untuk terus berkarya, berani berpikir kritis, dan kreatif. Masa depan Gresik dan bangsa ini berada di tangan generasi yang tidak pernah lelah berinovasi,” pesannya.
Baca juga:
Program Peduli Pasien TBC PT Smelting Raih Penghargaan dari ADINKES
GINOFEST 2026 menghadirkan 26 stan pameran yang diikuti berbagai unsur pendidikan dan masyarakat, mulai dari sekolah dasar, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, perangkat daerah, hingga komunitas.
Tidak hanya menyuguhkan pameran inovasi, festival ini juga diramaikan dengan diseminasi hasil inovasi, talk show, serta pertunjukan seni budaya dan kreativitas generasi muda.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, digelar awarding Gresik Inovasi Kompetisi 2026. Agenda tersebut meliputi pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik.
Melalui penyelenggaraan GINOFEST 2026, Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat budaya inovasi di berbagai sektor. Pemanfaatan budaya dan kearifan lokal diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan terobosan baru, sehingga identitas daerah dapat berjalan beriringan dengan kemajuan dan transformasi pembangunan Kabupaten Gresik.