jatimnow.com - Sumarno (22), pemuda asal Desa/Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pemuda lulusan SMA itu diduga tidak kuat karena depresi setelah mengalami kecelakaan.
"Kalau dari keterangan orang tuanya memang depresi. Setelah kecelakaan, anaknya mengalami gegar otak. Itu yang menjadi sakit hati anaknya," kata Kapolsek Geneng, AKP Munaji, Selasa (14/8/2018).
Ia menjelaskan, kematian Sumarno awalnya diketahui oleh orang tuanya sendiri, Rebo. Saat itu, Rebo hendak melihat bebeknya.
Baca juga: UB Perkuat Skrining Mental Maba di Tengah Maraknya Kasus Bunuh Diri Mahasiswa
"Tapi ternyata sebelum melihat bebeknya, dia malah melihat anak pertamanya dalam keadaan tergantung tidak bernyawa. Terikat tali nilon plastik pada lehernya," ujar Munaji menjelaskan kronologi penemuan Sumarno.
Menurut Munaji, orang tua korban sangat shock dan baru menghubungi tetangganya sekitar 15 menit setelah ketahuan. "Selanjutnya melaporkan kepada kami," urainya.
Baca juga: Remaja Kota Probolinggo Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dari hasil visum dokter, Sumarno murni bunuh diri karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Keluarga pun juga sudah menerimanya.
Baca juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto