Sejumlah Siswa SMK Sore Tulungagung Alami Mual Muntah dan Diare Usai Santap MBG

Kamis, 22 Jan 2026 16:45 WIB
Reporter :
Bramanta Pamungkas
Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung dirawat di Puskesmas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung alami mual muntah dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini siswa yang mengalami keluhan telah dibawa ke Puskesmas Beji, (22/1/2026).

Salah satu korban siswa SMK Sore Tulungagung, Farhan Surya Putra mengaku mengalami mual setelah makan MBG. Saat itu, menu MBG yang disantap diantaranya, ikan patin, suyur, kedelai dan buah jeruk.

"Saya merasa mual setelah beberapa jam mengkonsumsi MBG," ungkapnya.

Baca juga: Viral Menu MBG Mengandung Belatung di Malang, Ini Tanggapan Pengelola SPPG

Farhan juga mengaku tidak mengkonsumsi apapun selain menu MBG. Meskipun jadwal MBG yang semula untuk pagi berubah siang.

"Saya tidak makan apa-apa. Hanya MBG yang didapat di sekolah," terangnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung yang mengalami keluhan mual, muntah dan diare.

"Saat ini ada sembilan siswa yang mengalami keluhan. Mereka sudah dibawa ke Puskesmas Beji untuk dilakukan observasi," ujarnya.

MBG yang didapatkan oleh siswa SMK Sore Tulungagung berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I. Distribusi pada hari ini juga mengalami perubahan dari jadwal yang seharusnya.

Baca juga: Satgas MBG Jember Ancam Coret Dapur SPPG yang Pangkas Anggaran

"Ada perunahan jadwal mendistribusikan MBG. Awalnya pagi tapi berubah menjadi siang," ucapnya.

\

Aris juga belum bisa memastikan apakah siswa yang mengalami keluhan disebabkan konsumsi MBG atau makanan lainya. Mengingat beberapa siswa juga mengkonsumsi jajan sebelum MBG datang.

"Beberapa siswa yang saat ini dirawat makan jajan sendiri di luar sekolah. Karena ada perubahan jadwal MBG," paparnya.

Perubahan jadwal distribusi disebabkan karena sasaran penerima manfaat yang harus dilayani SPPG Moyoketen I mencapai 2.900 orang. Sedangkan kemampuan SPPG hanya dapat melayani 2.600 sasaran.

Baca juga: Tiga SPPG di Jember Disanksi BGN, Gus Fawait Beri Arahan Dari Makkah

"SPPG ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," imbuhnya.

Dinkes Tulungagung juga meminta kepada seluruh puskesmas agar stand by selama 3 kali 24 jam untuk melakukan pemantauan. Apabila nanti ada tambahan siswa yang mengalami keluhan agar terpantau.

"Kami akan memantau selama 3 kali 24 jam ke depan. Jika ada penambahan kasus bisa terpantau," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler