jatimnow.com - TNI Angkatan Darat telah membangun Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886 Panjalu Jayati di Tulungagung. Yonif TP 886 Tulungagung berada di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya.
Komandan Yonif TP 886 Panjalu Jayati Tulungagung, Mayor Infantri Mohammad Isa mengatakan, pembangunan Yonif berada di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban. Adapun luasan lahan untuk pembangunan batalyon mencapai 60 hektare.
"Luasan lahan yang diberikan oleh Kodam V Brawijaya untuk Yonif TP 886 Tulungagung sekitar 60 hektare. Tapi secara keseluruhan luasan tanah yang dimiliki TNI AD disekitar Yonif TP mencapai 1.200 hektare," ujarnya, Senin (9/3/2026).
Apabila pembangunan batalyon sudah mencapai 100 persen maka jumlah pasukan Yonif TP 886 Tulungagung yang dikerahkan berjumlah 1.190 prajurit. Saat ini pengerahan prajurit di Yonif TP 886 Tulungagung masih 60 persen.
"Personel batalyon lengkap mulai dari perwira, bintara dan tamtama dengan jumlah 651 prajurit," terangnya.
Secara umum komposisi kompi Yonif TP 886 Tulungagung sama dengan batalyon infantri. Terdiri dari Kompi Senapan, Kompi Bantuan dan Kompi Markas. Namun karena satuan teritorial pembangunan, terdapat empat kompi produksi tambahan.
"Ada empat kompi produksi tambahan di Yonif TP 886 Tulungagung. Meliputi, Kompi Peternakan, Kompi Pertanian, Kompi Kesehatan dan Kompi Zeni Konstruksi," jelasnya.
Penambahan empat kompi produksi sesuai dengan program Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membantu perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Adapun program Yonif TP 886 yang sudah berjalan diantaranya memberikan pengobatan gratis, membantu pembangunan fasilitas umum, beternak dan melakukan sejumlah penanaman komoditas untuk program ketahanan pangan.
Baca juga:
Baznas Tulungagung Catat Zakat Profesi Dari ASN Mengalami Kenaikan Setiap Tahun
"Selain membuat program untuk membantu kesejahteraan masyarakat dan program ketahanan pangan, kami juga tetap memiliki tugas pokok sebagai infantri," paparnya.
Alasan pendirian Yonif TP 886 Tulungagung bertujuan untuk meningkatkan kekuatan TNI AD. Mengingat di wilayah selatan masih sangat sedikit satuan infantri.
"Kami ditugaskan untuk menjaga ketahanan wilayah selatan dan mengamankan aset negara. Kami juga bertugas untuk membantu kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Pembangunan Yonif TP 886 Tulungagung akan dilakukan secara bertahap. Meliputi markas batalyon, rumah jaga, kantor kompi, barak dan beberapa sarana pendukung. Saat ini progres pembangunan masih 7,5 persen.
Baca juga:
Anggotanya Membobol Minimarket, Dandim 0807 Tulungagung Meminta Maaf
"Progres pembangunan masih 7,5 persen. Jika sesuai rencana, proses pembangunan bisa selesai 100 persen pada akhir tahun 2026," imbuhnya.
Selama tiga bulan berada di Yonif TP 886 Tulungagung, ada beberapa kendala yang dihadapi prajurit. Yakni, terkait ketersediaan air bersih yang minim. Mengingat mereka berada di wilayah perbukitan.
"Karena berada di wilayah perbukitan, salah satu kendala kami adalah ketersediaan air. Tapi kami sudah berkerjasama dengan Bupati Tulungagung, untuk pasokan air," pungkasnya.