jatimnow.com - Rendahnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini kanker payudara mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra menggelar kampanye Ribbon of Hope 2026.
Melalui gerakan bertajuk “Bersama SADARI (Periksa Payudara Sendiri)”, mereka mengedukasi masyarakat agar lebih mengenali tubuh sendiri sekaligus menghapus anggapan bahwa pembahasan kesehatan payudara merupakan hal yang tabu.
Ketua Ribbon of Hope 2026, Ida Bagus Made Kesawa Telaga, mengatakan kampanye tersebut menyasar masyarakat Surabaya berusia 18 hingga 40 tahun yang dinilai masih memiliki tingkat pengetahuan dan kebiasaan deteksi dini kanker payudara yang rendah.
Baca juga: 700 Peserta Lari Galang Dana, Marriott Surabaya Dukung Penyintas Kanker RSS
“Kampanye ini menyasar masyarakat Surabaya, khususnya kelompok usia 18–40 tahun, sebagai respons atas masih rendahnya pengetahuan dan kebiasaan melakukan deteksi dini kanker payudara,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 9-22 Mei 2026 di sejumlah ruang publik, mulai dari Royal Plaza, Jalan Tunjungan, Alun-Alun Sidoarjo, Car Free Day Taman Bungkul hingga Kampus UK Petra. Selama roadshow, peserta mendapatkan edukasi mengenai SADARI melalui dialog interaktif dan media pembelajaran berupa interactive box.
Menurut Gusde, sapaan akrab Ida Bagus Made Kesawa Telaga, sekitar 300 orang telah menerima edukasi langsung selama pelaksanaan kampanye tersebut.
Baca juga: Polisi Dalami Pembuangan Potongan Payudara Pasca-Operasi di Surabaya
Puncak acara digelar pada Minggu (7/6/2026) di Transcape F2, Trans Icon Mall Surabaya. Salah satu agenda utama adalah talkshow “Bincang SADARI” yang menghadirkan dr. Sidharta Himawan Giri, Sp.B., FICS, dokter bedah payudara dari Rumah Sakit Onkologi Surabaya.
Selain sesi edukasi, sebanyak 79 peserta mengikuti kegiatan Pound Fit, olahraga kardio menggunakan stik khusus atau ripstix yang dipadukan dengan gerakan berirama. Aktivitas tersebut dipilih untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
“Lewat Ribbon of Hope, kami ingin membuktikan bahwa edukasi kanker payudara tidak melulu harus kaku seperti seminar searah, tetapi bisa dikemas secara aktif dan energik. Ketukan ripstix menjadi simbol untuk menyuarakan kepedulian sekaligus mengajak peserta membangun body awareness yang menjadi esensi SADARI,” kata Gusde.
Baca juga: Pembuang Potongan Payudara di Sungai Surabaya Ternyata Penderita Kanker
Peserta juga mengikuti kegiatan phone straps decoration dengan menghias gantungan telepon genggam menggunakan pita berwarna merah muda sebagai simbol kepedulian terhadap kanker payudara.
Ribbon of Hope merupakan program tahunan mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra yang telah berjalan sejak 2009. Selama lebih dari satu dekade, kampanye tersebut terus mengajak masyarakat memahami pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.
Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung, Ribbon of Hope berupaya menjadikan SADARI sebagai kebiasaan sehat yang dilakukan secara rutin, bukan sekadar pengetahuan yang berhenti di ruang seminar.