Ini Jalur Kuno Naik ke Gunung Lawu, Mau Coba?

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Mita Kusuma

Salah satu spot di jalur Singolangu Gunung Lawu

jatimnow.com - Jalur pendakian di Gunung Lawu kini bertambah. Jalur Singolangu kini telah dibuka untuk umum.

Jalur Singolangu ini memiliki jarak jarak 8,2 kilometer dari puncak puncak Gunung Lawu. Sementara jalur lain seperti Cemoro Sewu dapat ditempuh dengan jarak 6-7 kilometer,  Cemoro Kandang 14 kilometer, dan Candi Cetho 15 kilometer.

Informasinya, jalur Singolangu ini merupakan jalur klasik yang dijadikan para pelaku spiritual mendaki pada era 1980-an.

"Sebenarnya ini jalur spiritual. Sudah ada dari 30-an tahun lalu.Ya sekitar tahun 1980-an sudah dibuka," kata Ketua Sanggar Margolawu pengelola jalur klasik Singolangu , Krisna Bayu, Minggu (14/7/2019).

Ia menjelaskan, jalur Singolangu mempunyai keunggulan dibanding 3 jalur lainnya, yakni pendaki bisa menemukan prasasti peninggalan Prabu Brawijaya.

Di jalur ini pendaki juga bisa melakukan napak tilas peninggalan Prabu Brawijaya di Gunung Lawu.

Krisna menambahkan, di pos penjagaan atau pos 1 terdapat batu yang berdasarkan sejarah pernah digunakan sembahyang Prabu Brawijaya.

Usai itu, pendaki menemukan prasasti batu lapak yang dipercaya sebagai bekas tapak kuda Prabu Brawijaya.

Krisna juga menginformasikan kalau dalam perjalanan jalur tersebut pendaki dapat menemukan Cemoro Lawang yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya Prabu Brawijaya bersama patihnya.

"Pendaki juga akan melewati kobongan menyan di sana. Membakar menyan di Cemoro Lawu. Gunanya untuk penunggu. Jika tidak membawa kemenyan boleh meninggalkan bekal. Pokoknya meninggalkan sesuatu," lanjut Krisna.

Menurutnya, selama ini belum ada peristiwa aneh yang terjadi, sebab petugas sudah mewanti-wanti pendaki sebelum memasuki Cemoro Lawu.

Namun, Krisna menyakinkan, jalur Klasik Sengolangu tidak melulu tentang mistis. Jalur tersebut menyuguhkan eksotisme pemandangan hijau hutan yang masih alami.

Sumber mata air yang berlimpah dengan udara yang cukup sejuk juga disajikan.

Pendaki juga disuguhkan track berupa jalan tanah yang cukup landai. Ia juga mengklaim, jalur klasik ini cocok bagi pemula.

Untuk pendaki yang suka dengan jalur menanjak juga bakal melewati Tanjakan Penggik. Tanjakan sepanjang 500 meter itu cukup menguji tenaga dan adrenalin lantaran memiliki kemiringan 45 derajat.

"Untuk yang suka tantangan juga ada. Tapi Cuma satu. Yang jelas paket lengkap buat yang baru dan yang lama," katanya.

Ia mengungkapkan jalur tersebut memiliki lima pos yang dapat digunakan beristirahat bagi pendaki.

Tiap pos memiliki ciri khas pemandangan masing-masing yang dapat membuat pendaki takjub. Misalnya hamparan Bunga Eidelweis hingga tembus ke Sendang Sunan Drajat.

Selama ini, jalur tersebut dikelola dengan anggaran bersumber dari swadaya pemuda setempat. Harapannya jalur tersebut mampu menumbuhkan perekonomian dan mengurangi pengangguran dengan potensi wisata baru di sepanjang jalur.

"Pantangan terkahir  berpakaian hijau, dan terpenting dilarang membawa tisu basah serta membawa turun sampah yang dibawa. Naik dan turun kami cek," tambahnya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter