Dipromosikan Menteri Luhut, Bos AirAsia Jajaki Bandara Banyuwangi

Editor: Arif Ardianto / Reporter:

Bos AirAsia saat di Bandara Banyuwangi

jatimnow.com Setelah mendengar promosi dari  Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, bos AirAsia menjajaki Bandara Banyuwangi untuk membuka peluang bisnis.

Executive Chairman AirAsia Berhad, Datuk Kamarudin Meranun takjub setelah melihat Bandara Banyuwangi yang mengusung konsep sebagai bandara hijau itu, Kamis (19/4/2018).

"Saya mengapresiasi semua pihak yang membuat daerah ini berkembang. Kami menjajaki untuk membuka bisnis di Banyuwangi," kata Kamarudin di Bandara Banyuwangi.

Kamarudin menjelaskan, kedatangannya ke Banyuwangi menindaklanjuti pembicaraan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Memang saya ke sini setelah bertemu dengan Pak Luhut untuk mengembangkan daerah pariwisata baru selain Bali dan Jakarta. Lawatan hari ini untuk melakukan kajian tentang Banyuwangi dan bandaranya," kata Datuk Kamarudin yang mengaku tertarik usai ketemu dengan Menteri Luhut.

Dia melanjutkan, untuk kemungkinan AirAsia menggarap rute Kuala Lumpur-Banyuwangi, pihaknya akan menerjunkan timnya membahas pengembangan Bandara Banyuwangi.

"Jika infrastrukturnya sudah siap jadi bandara intetnasional, kami siap buka penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi. Kita mau menarik pelancong dari Australia dan China karena Kuala Lumpur itu hubungan terbesar AirAsia," terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melalui sambungan telekonferens mengapresiasi rencana AirAsia untuk membuka bisnis di Banyuwangi. 

Anas juga menyebutkan, kini di Banyuwangi juga telah mempunyai pabrik gula nasional serta pembangunan pelabuhan marina internasional. Selain itu, rencananya pabrik kereta api juga akan dibangun di Banyuwangi.

“Semua warga di Banyuwangi berkomitmen mengembangkan pariwisata di sini,” kata Anas. 

EGM Angkasa Pura II Banyuwangi, Anton Martalius menambahkan, bahwa progress bandara di Banyuwangi pada 2017, jumlah penumpang mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sejumlah 113.153 penumpang.

Periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017. “Untuk aircraft movement terjadi peningkatan 103 persen,” kata Anton. 

Sedangkan untuk infrastruktur Bandara Banyuwangi juga akan terus dikembangkan dengan membangun landas pacu diperpanjang menjadi 2.600 meter dengan ketebalan PCN 56 dan apron menjadi 18.000 meter kubik.

Bahkan, Banyuwangi bakal menjadi bandara penyangga pertemuan IMF-World Bank di Bali pada Oktober mendatang.

“Untuk pesawat AirAsia yang menggunakan Airbus A-320 sudah bisa mendarat di sini. Intinya, kita siap,” pungkas Anton.

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter