jatimnow.com
Tradisi Bedol Pusaka, Napak Tilas Sejarah Kabupaten Ponorogo

Penyerahan tiga pusaka oleh Bupati Ipong untuk diarak

jatimnow.com - Tradisi Bedol Pusaka dari Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati di Alun-alun Kabupaten Ponorogo kembali digelar setiap 'Suro' atau peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (30/8) malam hingga Sabtu (31/8/2019).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan ada tiga benda pusaka yang ikut prosesi ini. Ketiga pusaka ini adalah Payung Songsong Tunggul Nogo, Tombak Tunggul Wulung dan Tambang atau Sabuk Cinde Puspito.

Berdasarkan hikayat, ketiga pusaka digunakan pendahulu untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah. Dalam tradisi ini, ketiga pusaka dibedol ke Pasar Pon yang dikenal sebagai kawasan kota lama Ponorogo.

"Menurut sejarahnya, Pemerintahan Ponorogo sebelum dipindahkan ke Pringgitan yang sekarang saya tempati ini berpusat di Pasar Pon," jelasnya.

Merujuk pada catatan sejarah yang menyebut Ibu Kota Kabupaten Ponorogo di tahun 1496 berpusat di Pasar Pon, sebelum kemudian dipindahkan ke Pringgitan di tahun 1738.

"Jejak Keratonnya sekarang memang sudah tidak terlihat lagi di Pasar Pon. Tapi ada artefak bangunan masjid tua dan sebuah makam, yang menguatkan bahwa Pasar Pon adalah kota lama yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo," ujarnya.

Ipong menambahkan Tradisi Bedol Pusaka ini hanya simbolis untuk memeriahkan Peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram.

"Untuk napak tilas yang menggambarkan sejarah perjalanan Kabupaten Ponorogo. Maka Bedol Pusaka digelar dengan arak-arakan atau kirab dengan rute dari Pringgitan ke Pasar Pon. Dan pada siang harinya nanti dikirab lagi untuk dikembalikan ke Pringgitan," katanya.

Tradisi bedol pusaka ini sendiri mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan yang memadati rute kirab dari Pringgitan menuju Pasar Pon.

"Puncaknya tepat pada 1 Muharram nanti akan digelar Grebeg Suro di Telaga Ngebel. Biasanya disaksikan oleh banyak wisatawan juga," lanjutnya.

Loading...

Diharapkan tahun ini harapannya semua bisa lebih baik, rejeki lebih banyak dan kesehatan tetap terjaga.

"Apalagi tahun 2019 ini kita ketahui sebagai tahun politik. Dan Alhamdulillah, kita bisa melewatinya. Dan mudah-mudahan di tahun depan bisa lebih baik lagi apa yang kita dapatkan. Allah sayang dan cinta kepada kita. Masyarakat Ponorogo selalu dan lebih bahagia," tukasnya.

 

Berita Terkait