Pilihan Pembaca: Pesan Gubernur Jatim ke 16 Pejabat hingga Alfamart Dibobol

jatimnow.com - Berita pesan Gubernur Jatim kepada 16 pejabat eselon II Pemprov yang dilantik menjadi pilihan pembaca pertama pada Rabu (15/9/2021).

Di urutan kedua tersangka kasus ledakan bom ikan di Pasuruan jadi 4 orang, pembeli diburu. Dan di urutan ketiga Alfamart di Ngawi dibobol, uang puluhan juta rupiah dalam brankas dikuras.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

16 Pejabat Eselon II Pemprov Dilantik, Ini Pesan Gubernur Jatim

16 pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dilantik oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (15/9/2021).

Pelantikan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 821.2/3583/204/2021 tentang pengangkatan dalam labatan.

Khofifah mengatakan para pejabat yang dilantik adalah hasil proses open bidding atau seleksi terbuka. Mereka akan menduduki jabatan kepala dinas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sempat kosong dan diisi oleh Pelaksana tugas (Plt).

"Mereka dari eselon III menjadi eselon II. Ada yang II A ada yang II B. Posisi sekarang adalah posisi sebagai policy maker," kata Khofifah.

Tersangka Kasus Ledakan Bom Ikan di Pasuruan Jadi 4 Orang, Pembeli Diburu

Jumlah tersangka dalam kasus ledakan bom ikan di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan menjadi empat orang.

Ledakan keras yang terjadi pada Sabtu (11/9/2021) itu menewaskan 2 orang, menghancurkan 2 rumah, merusakkan 21 bangunan dan 3 motor.

"Sampai saat ini yang ditetapkan tersangka ada empat orang. Dua meninggal dunia dan dua orang lagi yang ada di belakang saya," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman, Rabu (15/9/2021).

Alfamart di Ngawi Dibobol, Uang Puluhan Juta Rupiah dalam Brankas Dikuras

Loading...

Minimarket di Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi dibobol komplotan pencuri. Uang puluhan juta rupiah, ratusan bungkus rokok raib digondol para pelaku.

Wakapolres Ngawi, Kompol Ricky Tri Dharma menyebut, pembobolan itu diketahui karyawan saat hendak membuka toko.

"Kondisinya di dalam minimarket itu sudah berantakan. Uang yang disimpan di brankas juga habis," ujar Ricky, Rabu (15/9/2021).

Berita Terkait