Pixel Code jatimnow.com

Hadapi Ancaman Krisis Dunia, Khofifah Minta ASN Terus Inovasi dan Kreatif

Editor : Arina Pramudita
Gubernur Khofifah berswafoto bersama peserta Latsar CPNS golongan II. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah berswafoto bersama peserta Latsar CPNS golongan II. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS golongan II pada angkatan 49-52 di Kampus Stiesia Surabaya.

Pada seluruh peserta, Khofifah meminta agar melipatgandakan inovasi, dedikasi dan kreativitas dalam bekerja serta meningkatkan kepekaan terhadap dinamika krisis global dunia.

Gubernur Khofifah menggambarkan, saat ini seluruh negara, sedang menghadapi tantangan ancaman krisis dunia. Mulai krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

"Saudara-saudara yang akan mengabdi menjadi bagian dari Pemprov Jatim, saya minta untuk melipatgandakan dedikasi, inovasi dan kreativitas dalam menghadapi krisis dunia," ujarnya dalam rilis, Minggu (11/9/2022).

Khofifah menambahkan, inovasi para ASN harus dimulai dari hal kecil dan berkembang menjadi pengabdian yang besar untuk membantu bangsa terlepas dari ancaman krisis, utamanya krisis pangan.

Menurutnya, cara sederhana bisa dilakukan seperti menanam apa saja yang ada di pekarangan rumah. Jika tidak memiliki pekarangan, bisa menggunakan polybag.

“Ikhtiar ini adalah langkah kecil membantu bagaimana manajemen pengendalian inflasi berbasis keluarga bisa mereka lakukan," jelasnya.

Dicontohkannya, terdapat program untuk memperluas hasil panen di tengah area yang terbatas. Maka sebagai ASN Pemprov, harus mampu melakukan inisiasi yang produktif.

Jika perlu lakukan sinergi dengan melibatkan peran dari Kepala Desa, Kecamatan, Dinas Pertanian di kabupaten/kota di Jatim, sinergi dengan berbagai ormas hingga sinergi dengan perguruan tinggi yang ada.

"Kondisi ancaman krisis dunia ini membutuhkan kecepatan kita dalam mengambil inovasi dan kreativitas. Tidak boleh lagi menunggu, karena ancaman krisis pangan global merupakan persoalan serius," terangnya.

Baca juga:
Aktivitas Peserta PKN II Jatim saat Tour Visitasi Kepemimpinan di Jabar

Mantan Menteri Sosial itu berharap, semua pihak bisa turut serta dalam mengendalikan inflasi dari sesuatu hal yang kecil. Krisis Pangan bisa dikurangi dengan menanam sayur, rempah, cabai, tanaman obat keluarga di pekarangan. Ketika inflasi tinggi dan tidak dikendalikan dapat menurunkan daya beli masyarakat yang akan bermuara pada timbulnya kemiskinan baru di daerah.

"Inflasi harus bisa dimanage dan dikendalikan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Inflasi ini menjadi sebuah ketakutan dan tantangan besar dari seluruh negara di dunia," tegasnya.

Terakhir, Khofifah juga berharap para ASN memiliki empati yang tinggi terhadap segala dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat terutama saat seperti sekarang pasca-kenaikan BBM yang berpotensi terhadap kenaikan inflasi.

Tak hanya itu, Khofifah juga berpesan kepada seluruh ASN di Pemprov Jatim untuk senantiasa berfikir positif, optimis dan berprasangka baik bahwa dengan sinergi dan kolaborasi bisa menuju kebaikan.

“Jangan membangun prasangka negatif di antara pegawai ASN. Mari kita bangun prasangka yang baik yang konstruktif saling mengingatkan, sinergi dan kolaborasi diantara sesama pegawai ASN sehingga kinerja dan produktifitas ASN bisa dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur," urainya.

Baca juga:
Capaian Imunisasi Program BIAN Tahap ll Jatim Tertinggi Nasional

Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Jatim Aries Agung Paewai melaporkan, Pelatihan Dasar (Latsar) golongan II pada angkatan 49, 50, 51 dan 52 ini diikuti sebanyak 159 orang dengan 15 formasi di antaranya Perawat Pengelola, Fisioterapis, Nutrisionis, Asisten Apoteker, Pranata Komputer, Pranata Lab, verifikator dan pengelola.

Selain itu, juga terdapat formasi arsiparis, pustakawan, paramedik verteriner, pengawas mutu pakan, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, Petugas Aviation Security (Avsec) hingga politisi hutan.

"Kegiatan Latsar ini dimulai pada tanggal 4 Juli 2022 dan ditutup pada tanggal 10 September 2022. Kami juga memberikan penghargaan/peringkat kepada para peserta Latsar dari berbagai angkatan yang diharapkan dapat memacu semangat peserta lain," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menerima Kartu Peserta Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dari Manajer Layanan PT Taspen Persero Surabaya yang berlaku selama menjadi pejabat negara.

Selanjutnya, Khofifah juga menyerahkan Kartu Taspen kepada peserta Latsar CPNS secara simbolis.