Pixel Code jatimnow.com

Anak Bacok Bapak di Kediri, Keterangan Polisi Mengejutkan

Editor : Rochman Arief Reporter : Yanuar Dedy
Pelaku Awin Julianto saat menjalani pemeriksaan di Polsek Pagu. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelaku Awin Julianto saat menjalani pemeriksaan di Polsek Pagu. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Unit Reserse Kriminal Polsek Pagu terus melakukan pendalaman kasus anak bacok bapak di Dusun Kauman, Kabupaten Kediri.

Saat ini polisi berencana memeriksakan kejiwaan pelaku, Awin Julianto (32) yang diduga mengalami depresi.

Karena dalam pemeriksaan sementara, pria yang masih ber-KTP Pondok Maritim Indah Blok C/25 RT 001 RW 006 Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya ini seringkali memberikan keterangan yang tidak jelas atau ngelantur.

Sesekali pelaku mengaku khilaf dan menyesal telah membacok bapaknya, Heri Santoso (72).

“Pelaku ini diduga ada gangguan kejiwaan,” kata Kapolsek Pagu, AKP Agus Sudarjanto, Senin (26/12/2022).

Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku terlihat mengalami gejala depresi sejak di-PHK dari tempat kerjanya, sekitar tiga tahun lalu.

Masalah lain ditambah ketika ibunya meninggal. Hingga saat ini mantan operator peti kemas di Surabaya itu masih nganggur.

Baca juga:
Dianggap Mubazir, Ini Jawaban Pelatih Persik soal Pembelian Pemain Muda

“Dia sudah nganggur sekitar tiga tahunan, disusul ibunya meninggal,” tambahnya.

Jika terbukti depresi, pelaku bisa lolos dari jeratan hukum. Namun saat ini ia terancam Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sebelumnya, seroang anak di Kediri tega membacok bapak kandungnya sendiri.

Baca juga:
Mas Dhito Ajak Pengembang Bandara dan Tol Bahas Infrastruktur di Kediri

Peristiwa itu terjadi pada Minggu 25 Desember 2022 dini hari. Pelaku diamankan polisi saat mengantarkan korban ke rumah sakit RS Aura Syifa.

Di hadapan polisi, pelaku mengaku tega membacok ayahnya karena kesal saat dibangunkan untuk salat tahajud sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku kemudian langsung membacok korban dengan membabi buta menggunakan parang. Lima kali sabetan itu mengenai leher atas belakang dan kepala, kaki kiri bagian belakang serta tangan. Dalam peristiwa itu korban selamat.