Pixel Code jatimnow.com

Pegawai Bank Swasta Gagal Pesta Malam Tahun Baru 2023

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Farizal Tito
Pegawai bank swasta yang memesan ganja secara online (Foto: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya)
Pegawai bank swasta yang memesan ganja secara online (Foto: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya)

jatimnow.com - Peredaran ganja dengan harga ekonomis yang rencananya akan digunakan pesta malam Tahun Baru 2023 di Surabaya digagalkan polisi.

Rencana pesta pegawai bank swasta tersebut gagal setelah ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Pria itu disergap usai menerima ganja yang dipesannya secara online.

Pria yang memesan ganja itu berinisial DK (26), asal Tropodo, Waru, Sidoarjo. Dia ditangkap Tim Idik 1 dipimpin Iptu Yoyok Hardianto.

"Tersangka kita tangkap di Jalan Barata Jaya, setelah menerima paket berisi 50,22 gram ganja yang dipesannya melalui online," ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri, Jumat (30/12/2022).

Baca juga:
Tersangka Pembunuhan Kakek di Ponorogo Serahkan Diri, Tak Sampai 24 Jam

Alumni Akpol Tahun 2004 itu menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada pesta tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pembuntutan, sehingga tim kami berhasil menangkap tersangka seusai mengambil paketan ganja tersebut di salah satu kantor ekspedisi," terang Daniel.

Baca juga:
Polisi Masuk Hutan Buru Pelaku Pembunuhan Malam Tahun Baru di Ponorogo

Dari hasil interogasi, DK mengaku bahwa ganja tersebut dibelinya dari seorang pria berinisial Af yang saat ini masih diburu.

"Dia mengaku bahwa ganja tersebut dibelinya dengan harga Rp1,1 juta pada sehari sebelumnya melalui WhatsApp. Dan dia mengaku jika ganja tersebut akan digunakan indikasi untuk berpesta," tandasnya.

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen
Ekonomi

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra.