jatimnow.com

Gempa Berkekuatan 5,5 SR Guncang Pesisir Barat Lampung

Editor : Arif Ardianto
Ilustrasi gempa/Reffia S Dwiyoto 🔍
Ilustrasi gempa/Reffia S Dwiyoto

jatimnow.com - Gempa tektonik berkekuatan 5,5 skala richter (SR) terjadi di Barat Daya Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Kamis (23/8/2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 5,5 skala richter(SR), pada pukul 10.44 Wib.

Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis diterima di Bandarlampung, gempa 5,5 SR itu berlokasi 6.51 derajat Lintang Selatan (LS)-103.44 derajat Bujur Timur (BT), pada 156 km barat daya Pesisir Barat, Lampung. Kedalaman pusat gempat 10 km.

Sebelumnya, BMKG juga melansir telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 4,2 SR, Kamis, pukul 10.01,27 Wib di wilayah Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Analisis BMKG, seperti disampaikan di Bandarlampung, menurut Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang, Joko Siswanto bahwa gempa bumi berkekuatan 4,2 SR dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6,22 derajat Lintang Selatan (LS) - 103.58 derajat Bujur Timur (BT).

"Tepatnya di laut pada jarak 131 kilometer arah barat daya Pesisir Barat, Lampung pada kedalaman 93 kilometer," ujarnya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Liwa, Lampung Barat II SIG-BMKG (II - III MMI).

Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Ditinjau dari lokasi dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi menengah di wilayah area zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Hingga laporan ini dibuat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempa tersebut.

Khusus masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa dan merasakan guncangan gempa, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber: Antara
Editor: Arif Ardianto